Postingan Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan

Remaja Palestina Tewas Terbunuh karena Terlindas Jeep Israel

Written By Qassam Corporation on Selasa, 02 Juli 2013 | 17.43


Seorang remaja Palestina dilindas dan tewas terbunuh oleh sebuah jip militer Israel selama bentrokan senin malam di sebuah desa di Tepi Barat selatan, polisi Palestina dan saksi mengatakan, Selasa.
Pemuda, berusia 19 tahun , Moataz Sharawna, meninggal setelah dilindas oleh kendaraan Jeep setelah beberapa jam terjadi bentrokan antara pelempar batu dan pasukan Israel pada tengah malam di Dura, barat daya dari kota Hebron, seorang juru bicara polisi kepada AFP.
Seorang jurubicara militer Israel mengkonfirmasi insiden itu terjadi di desa, tetapi mengatakan laporan menunjukkan tentara Israel menembak seorang pemuda Palestina karena pemuda itu menaiki kendaraan militer Israel.
“Semalam ada insiden di desa Dura dekat Hebron dan sekelompok orang Palestina mulai melemparkan batu ke pasukan keamanan yang berada di daerah itu,” katanya kepada AFP, mengatakan beberapa orang mulai menaiki ke salah satu kendaraan militer.
“(Tentara) memperingatkan tersangka dan akhirnya mereka merespon dengan tembakan ke arah salah satu tersangka yang berada di kendaraan,” katanya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut atau mengkonfirmasi siapa yang tertembak dalam insiden tersebut.
Petugas medis di RS  Hebron Alia mengkonfirmasikan kepada AFP bahwa korban telah meninggal setelah tertabrak tetapi ia katakana tidak ada bukti dari luka tembakan di tubuhnya.
Saksi mengatakan kepada kantor berita Ma’an lokal bahwa pasukan Israel menghalangi paramedis Bulan Sabit Merah ketika mereka mencoba untuk membawa Sharawnah ke rumah sakit, lembaga itu melaporkan.
Sharawna adalah seorang mahasiswa di Akademi Militer Palestina di Jericho, kata Ma’an. (AFP/Dz)

Hacker Palestina Usili Situs Israel

Written By Qassam Corporation on Minggu, 15 Januari 2012 | 10.16



Peretas (Ist.)
Jerusalem - Kelompok peretas asal Palestina yang menamakan diri mereka Gaza Strip mulai mengusili Israel. Kali ini, aksi mereka adalah menyusup ke dalam situs pemadam kebakaran setempat.

Israel memang sepertinya mulai jadi bulan-bulanan bandit dunia maya. Sebelumnya, kelompok peretas asal Arab Saudi berhasil mengasak sekitar 400 ribu kartu kredit warga Israel yang kemudian diumbar di internet.

Aksi itu pun langsung membuat geram pemerintah setempat. Israel melalui Menteri Luar Negeri Dany Ayalon langsung menegaskan bahwa mereka akan memerangi hacker layaknya sekelompok teroris.

Kini Israel kembali menjadi sasaran peretas iseng. Kali ini yang menjadi korbannya adalah situs pemadam kebakaran dan penyelamatan masyarakat setempat.

Seperti dikutip detikINET dari AFP, Minggu (15/1/2012), pada Jumat malam waktu setempat peretas mengubah halaman utama situs tersebut (deface) dengan sebuah foto yang bertuliskan 'Death Israel'.

"Di situ (situs-red) dituliskan sebuah perkataan dalam bahasa Arab dan menampilkan foto Dany Ayalon," kata Yoram Levy, juru bicara pemadam kebakaran Israel.

Israel Hancurkan 500 Bangunan Palestina

Written By Qassam Corporation on Senin, 02 Januari 2012 | 14.51

Alquds – PIP: Otoritas penjajah Zionis Israel bertekad menghancurkan ratusan bangunan Palestina di daerah “c” di Tepi Barat yang ada di bawah kontrol Israel sesuai dengan perjanjian Oslo. Israel juga bertekad setelah itu untuk tidak membongkar koloni-koloni permukiman liar di Tepi Barat.
Surat kabar Israel Ha’aretz menyebutkan bahwa kejaksaan agung Israel telah berjanji menjawab keberatan Palestina yang diajukan ke mehkamah agung Israel atas penghancuran bangunan-bangunan yang dibangun tanpa izin dari Israel sampai Agustus mendatang. Ha’aretz mengatakan bahwa janji ini berarti mempercepat proses-proses penghancuran bangunan-bangunan Palestina di antaranya adalah sekolah-sekolah.
Data PBB menyebutkan pemerintah sipil Israel di Tepi Barat yang berada di bawah militer Israel setahun yang lalu telah menghancurkan sekitar 500 bangunan Palestina dan fasilitas lainnya yang mengkibatkan kerugian sekitar seribua warga Palestina.
Otoritas penjajah Israel melarang aktivitas pembangunan Palestina di sebagian besar daerah “c”. Hal itu membuat orang-orang Palestina terpaksa membangun tempat tinggal meski hanya sementara atau tenda tanpa mendapatkan izin bangunan.
Di antara bangunan yang ditunda penghancurannya karena keberatan yang diajukan ke mahkamah agung Israel ada 32 sekolah yang sebelumnya sudah dikeluarkan surat penghancuran, bila jadi dilaksanakan maka sekitar 1000 siswa tidak bisa sekolah lagi.
Sementara itu Komisi UU di Knesset Israel dalam sidangnya hari Ahad, kemarin, membahas RUU yang bertujuan untuk membuat arutan menyulitkan pembongkaran koloni-koloni permukiman liar yang didirikan para pemukim pendatang Zionis tanpa izin dari pemerintah Israel namun berbagai departemen memberikan bantuan terhadap permukiman-permukiman liar tersebut.
Ha’aretz menyebutkan bahwa pimpinan pemukim pendatang Zionis dan para anggota Knesset dari partai-partai kanan melakukan tekanan atas anggota Komisi UU menyetujui RUU tersebut dan mendukungnya di saat diajukan di Knesset.

Israel Isolasi dan Cegah 50 Ribu Penduduk Asli Masuk al Quds

Written By Qassam Corporation on Rabu, 23 November 2011 | 10.40



Alquds – PIP: Komite Nasional Anti Permukiman di daerah kamp pengungsi Shu’fat, Rasu Khamis dan Rasu Shahadah, dalam konferensi pers yang diadakan hari Selasa (22/11), menolak niat otoritas penjajah Israel membuka gerbang militer baru dekat kamp pengungsi Shu’fat dan menilai hal itu dalam rangka melakukan yahudisasi kota al Quds dan mengisolasi sekitar 50 ribu warga al Quds dari kota al Quds.  
Ketua Komite, Dr. Tilal Abu Afifa mengecam langkah Israel yang bertujuan untuk mengepung kota al Quds dan mencegah tidak kurang dari 50 ribu warga al Quds yang memiliki kartu identitas al Quds di daerah tersebut untuk memasuki kota al Quds.
Dia menjelaskan kerugian yang dialami penduduk daerah tersebut akibat pembangunan tembok dari sisi kemanusiaan dan sosial. Dia menegaskan bahwa penduduk daerah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kota al Quds dan semua warga dari daerah ini memiliki hak untuk bisa ke al Quds dengan mudah tanpa hambatan.
Dia menyebut bahwa pembangunan pos militer di kamp pengungsi Shu’fat akan banyak merugikan penduduk daerah tersebut, khususnya para pedagang, pekerja dan pelajar. Di mana lebih dari 20 ribu warga daerah ini setiap hari akan masuk ke kota al Quds dan warga tersebut akan menghadapi banyak kesulitan untuk masuk kota al Quds.
Abu Afifa meminta dihilangkannya tembok yang berdiri di sekitar al Quds dan dinilai tidak dapat merealisasikan keamanan bagi pasukan penjajah Israel bahkan menekan rakyat Palestina.
Sementara itu Ketua Komisi Perbaikan Baitul Maqdis, Syaikh Abdullah Alqam, mengingatkan bahaya pembukaan gerbang yang akan mengontrol daerah tersebut. Dia menyatakan bahwa warga daerah kamp pengungsi Shu’fat, Rasu Khamis dan Rasu Shahada mengalami tindakan dzalim Zionis yang harus dilawan.
Dia mengatakan, “Kami hidup dalam krisis nyata, kedzaliman dan penderitaan.” Dia menegaskan bahwa serangan penjajah Israel tidak ada hentinya, harus ditolak dan tidak bisa diterima. Dia menyerukan bersatu padu menghadapi kedzaliman dan arogansi Zionis.
Dia menegaskan bahwa keberadaan pos militer baru akan mencegah penduduk daerah tersebut untuk masuk kota al Quds. Dia menyerukan lembaga-lembaga internasional, PBB, negara-negara dunia sahabat, dan HAM untuk mengunjungi daerah ini dan melihat rintangan yang dibuat otoritas penjajah Zionis Israel di daerah ini.
Sementar itu Ketua Komite Anti Tembok, Khadr Dabs, mengatakan ada sekitar 11 gerbang militer Israel yang berdiri di sekitar kota al Quds. Tujuan dari gerbang-gerbang tersebut adalah untuk melakukan yahudisasi kota dan melapangkan supremasi Zionis di sana, di mana prosentase penduduk kota untuk Arab (Palestina) 12 persen dan untuk Yahudi 88 persen sesuai dengan keputusan menteri Zionis tahun 1974.
Dabs menjelaskan sesuai dengan peta bagaimana otoritas penjajah Zionis Israel, melalui pembukaan gerbang militer baru di Shu’fat, sengaja mengisolasi sekitar 50 ribu penduduk asli al Quds yang tinggal di daerah tersebut dan melarangnya masuk ke al Quds. Dia menegaskan bahwa tujuan pendirian gerbang ini adalah menekan warga al Quds. Dia menyatakan bahwa para pekerja di gerbang ini adalah dari otoritas bandara Zionis dan disupervisi oleh sebuah perusahaan keamanan swasta. (asw)

Lebih 100 Ribu Jema’ah Shalat Jum’at di Al-Aqsha

Written By Qassam Corporation on Sabtu, 06 Agustus 2011 | 09.49

[ 06/08/2011 - 01:39 ]

 
Al-Quds – PIP: Walau blockade dan keamanan yang begitu ketat di kota Al-Quds, sebanyak 100 rihu jem’ah shalat Jum’at melaksanakan ibadahnya untuk pertama kali di bulan Ramadhan.
Mayoritas jema’ah berasal dari kota Al-Quds dn sekitarnya yang masuk ke dalam wilayah jajahan 48. Mereka menggunakan kendaraan bus dan kendaraan umum maupun khusus. Dari wilayah Tepi Barat kebanyakan mereka yang sudah lanjut usia, karena adanya larangan dari pemerintah Israel yang memperbolehkan hanya yang sudah lanjut usia.
Sejak pagi buta kepolisian Zionis telah menyebar di dalam wilayah Al-Aqsha ataupun sekelilingnya. Mereka menghalangi datangnya ribuan warga Palestina masuk areal Al-Aqsh untuk melaksanakan ibadah shalat jum’at di bulan pertama Ramadhan.
Sumber Palestina menyebutkkan, ribuan tentara Zionis dan sebagian besar kepolisian Zionis serta penjaga perbatasan menyebar di sekitar Kota Lama dan Masjid Al-Aqsha untuk menghalangi ribuan pemuda Palestina yang ingin masuk Al-Aqsha.
Disebutkan, ribuan warga Palestina yang umurny kurang dari 50 tahun berdesak-desakan di pintu perlintasan Qalandia, menyusul pengumuman dari pemerintah Israel yang memberikan kemudahan bagi mereka melakukan shalat jum’at pertama di bulan Ramadhan. Namun ternyata tidak terbukti, berbeda dengn pernyataan dari menteri perang Zionis, Ehud Barak yang menyebutkan akan memberikan kemudahan bagi jema’ah shalat memasuki kota Al-Quds.

Buldoser Israel rusak puluhan pohon zaitun di dekat Bethlehem

Written By Qassam Corporation on Rabu, 27 Juli 2011 | 13.57


BETHLEHEM (Qassam Team) – Shireen al-Araj dan pemuda setempat lainnya ditangkap bersama dengan sejumlah penduduk desa dan aktivis perdamaian yang mencoba menghentikan buldoser Israel dari merusak pohon zaitun di desa tersebut untuk membangun dinding pemisah.
Al-Araj dilepaskan beberapa jam kemudian, namun tidak ada kabar mengenai pemuda lainnya yang ditangkap.
Menurut saksi mata, tentara Zionis mencegah media meliput untuk menutupi insiden dan kekerasan yang dilakukan oleh mereka dan memaksa semua orang untuk menjauhi daerah tersebut termasuk seorang delegasi dari Meksiko.
Para penduduk desa mengatakan diantara puluhan pohon zaitun lain, terdapat sebuah pohon zaitun yang telah ditanam di sana selama hampir 3.000 tahun dan mereka khawatir buldoser Israel akan merusaknya karena pohon tersebut berada pada rute yang direncanakan Israel untuk membangun dinding.
Selain masalah yang akan ditimbulkan dari berdirinya dinding pemisah, para penduduk desa di Al-Walaja menghadapi perintah pembongkaran rumah oleh militer Zionis.  Para penghuni biasanya akan kembali membangun rumah-rumah yang dihancurkan dan Israel akan kembali menghancurkannya.

Israel terus gencarkan kekejaman terhadap tahanan Palestina

Written By Qassam Corporation on Selasa, 26 Juli 2011 | 18.00


Pemukim Yahudi Bakar Puluhan Hektar Lahan Pertanian Palestina di Nablus


 
Nablus-PIP: Para pemukim yahudi membakar puluhan lahan pertanian milik warga Palestina di desa Sharh sebelah Barat kota Nablus (Utara Tepi Barat), setelah pasukan Israel menembakan gas air mata dan bom suara ke arah relawan.
Saksi mata menyatakan pasukan Israel menembakan peluru ke kerumunan relawan yang datang untuk melindungi lahan pertanian milik warga Palestina dari serbuan pemukim yahudi.
Saksi mata menegaskan para relawan berasal dari kalangan yahudi, meski demikian, pasukan Israel tetap melontarkan tembakan ke arah mereka. apa yang mereka lakukan tidak mencegah pasukan Israel menembakan senjata terhadap mereka.
Kejahatan para pemukim yahudi hampir mirip dengan apa yang mereka lakukan sebelumnya, terutama di sejumlah wilayah pedesaan bagian Selatan kota Nablus. (qm)

MER-C : Rumah Sakit Indonesia di Gaza masih membutuhkan 15 M lagi

Written By Qassam Corporation on Selasa, 19 Juli 2011 | 22.27


JAKARTA (Arrahmah.com) – Dalam ”Media Gathering” yang digelar Sabtu (16/7/2011) kemarin, MER-C memberitahukan sebuah informasi kepada publik,  bahwa dana masyarakat yang dititipkan kepada MER-C, sejak 2009 hingga saat ini, sebesar Rp. 15 miliar telah direalisasikan untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, GAZA Utara, Palestina, pada tanggal 14 Mei 2011.
”Agar amanah yang diberikan tidak menjadi beban bagi kami, maka uang yang diberikan masyarakat, tentu harus direalisasikan. Jika tidak, kami merasa tidak nyaman. Jangankan tidur, matipun tak nyaman,” tukas Joserizal yang didampingi Ir. Faried Thalib (Construction Division MER-C) dan relawan MER-C lainnya.
Dijelaskan Joserizal, saat ini proses pembangunan RS Indonesia di Bayt Lahiya, baru sampai pada pembangunan struktur, belum instalansi air, listrik, gas, dan alat perlengkapan medis. ”Dibutuhkan dana Rp. 15 milyar lagi untuk itu. Yang penting RS Indonesia berdiri dulu,” kata Presidium MER-C.
Untuk merealisasikan Pembangunan RS Indonesia di Gaza, MER-C mengajak umat Islam untuk peduli dengan ”Gerakan Rp. 20 ribu per orang”. Dari gerakan rakyat tersebut, total donasi RS Indonesia  telah terkumpul uang per awal Juni- 8 Juli 2011 sebesar Rp. 621.272.964. Masih dibutuhkan dana yang lebih besar lagi untuk itu.
”Sebelum ada gerakan Rp. 20 ribu per orang, MER-C mendapat amanah dari masyarakat sebesar Rp. 15 M, dalam tempo 4 minggu. Ini bukti  masyarakat Indonesia betul-betul peduli dengan saudaranya di Palestina,” kata Joserizal.
Lebih lanjut, MER-C ingin memberi gambaran, RS ini adalah bagian dari rasa persaudaraan bangsa Indonesia dengan bangsa Palestina. Jika ditanya, kenapa Palestina begitu penting? Sebab, jka melihat sejarah, dahulu Palestina adalah bangsa yang mendorong kemerdekaan Indonesia, bahkan memberikan bantuan yang nyata, ketika Indonesia berhadapan dengan Belanda. Bukti, persahabatan bangsa Palestina dengan Indonesia terjalin kuat saat itu.
”Sebelum gencatan senjata, banyak korban-korban berjatuhan di RS As-Syifa. Atas dasar itu, dirasa perlu mendirikan rumah sakit khusus traumatologi dan rehabilitasi lagi, seperti RS as-Syifa. Dikarenakan zona utara merupakan daerah konflik, yang suatu saat bisa terjadi pertempuran, maka atas dasar pertimbangan itulah RS Indonesia dibangun di daerah utara Gaza, ”tukas Joserizal.
Mengenai dana pembangunan RS Indonesia di Gaza, dikatakan Joserizal, selama ini murni bantuan dari masyarakat, tidak ada bantuan dari pemerintah ataupun negara Timur Tengah, apalagi negara Barat.  ”Yang jelas, dana yang diterima MER-C murni dari masyarakat Indonesia, mulai dari Sabang  sampai Merauke. Amanah ini menjadi beban bagi kami, jika RS Indonesia di Gaza tidak terealisasi,” jelasnya.
Tidak mudah untuk masuk ke Gaza. Untuk memudahan koordinasi, MER-C telah menempatkan sejumlah relawannya di GAZA selama setahun, dan bertekad bertahan hingga rumah sakit ini selesai. ”Jika keluar, sulit untuk masuk lagi. Jika sudah selesai, MER-C akan menyerahkan kepada mereka, rakyat Palestina  secara bulat-bulat. Ada yang bilang, rencana mendirikan RS Indonesia di Gaza adalah mission imposible, tapi sebenarnya kita mampu.”
Salurkan ke Rekening MER-C
Sejak 23 Januari 2009, telah dilakukan penandatanganan MoU Pembangunan RSI dengan Menkes Palestina di Gaza (dr. Bassim Naim). RS Indonesia mendapat dukungan dari PM Palestina Ismail Haniya dan persetujuan dari MOH (Ministry of Health) di Gaza.
RSI didesain dalam bentuk segi 8. Terdiri dari 3 lantai, termasuk 1 lantai basement. Satu tahun berlalu, pasca Tragedi Mavi Marmara, Tim MER-C baru bisa mendapat izin masuk ke Gaza menindaklanjuti Program Pembangunan RSI (Juli 2010). Lokasi tanah RSI di Bayt Lahiya–Gaza Utara merupakan waqaf dari Pemerintah Palestina di Gaza. Luas tanah tersebut adalah 1.6261 meter persegi.
 “Walau dana belum mencukupi, namun kami yakin setelah langkah pertama ini kami tapaki, Allah SWT akan memudahkan langkah kami dan menggerakkan hati lebih banyak rakyat Indonesia untuk terus mendukung program ini,” jelas Joserizal.
Jika kita betul-betul peduli dengan bangsa Palestina yang terjajah, ayo kita realisasikan pembangunan RS Indonesia di Gaza, melalui Rekening Donasi Pembangunan RSI di Gaza Palestina :
Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee BSM, 009.0121.773BCA, 686.0153678. Atau melalui Sekretariat MER-C: Jl. Kramat Lontar No. J-157 Jakarta Pusat 10440. Telp/Fax : 021-3159235 / 3159256. Call Center : 0811 99 0176.

Angkatan Laut Israel Kepung Kapal “Karamah” di Lepas Pantai Gaza

[ 19/07/2011 - 08:31 ]


Gaza – PIP: Sumber-sumber media pagi ini, Selasa (19/7), menyebutkan sebanyak 3 kapal perang Zionis Israel saat ini mengepung kapal kemanusiaan Prancis “Karamah” di lepas pantai Jalur Gaza, dengan dalih membawa senjata di atas kapal. Secara tegas klaim ini ditampik oleh para relawanan yang ada di atas kapal Karamah.
Saluran televisi aljazeera menyebutkan bahwa kapal kemanusian Prancis ini masuk dikepung oleh Angkatan Laut Israel di 70 kilometer dari pantai Gaza.
Angkatan Laut Israel menghubungi tim kapal Karamah dan memintanya kembali. Namun koresponden aljazeera, Ayyasy Daraji, yang ada di atas kapal tersebut menegaskan bahwa tim kapal kemanusiaan ini bertekad untuk terus melanjutkan perjalanan hingga ke Jalur Gaza.
Sebelumnya para aktivis penyelenggara perjalanan armada bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza telah menyatakan bahwa kapal Karamah telah mendekati tanah Palestina dan akan tiba dalam waktu 24 jam mendatang di Jalur Gaza.
Mereka mengatakan bahwa kapal ini adalah yang dicegat oleh penjaga pantai Yunani pada 7 Juli lalu. Setelah itu maka kapal telah meninggalkan pelabuhan pulau "Castlurezo" kecil Yunani, dan secara resmi mengumumkan perjalanan ke pelabuhan Alexandria.

(pengakuan aktivis Flytilla) LAPORAN FREEDOM FLOTILA DIVISI UDARA SAAT MENDARAT DI ISRAEL

Written By Qassam Corporation on Jumat, 15 Juli 2011 | 09.41

Kamis, 14 Juli 2011 16:40:03

Hampir segera setelah mendarat di Ben Gurion, petugas keamanan Israel segera memisahkan sekelompok penumpang untuk pemeriksaan tambahan di kontrol paspor, yang sebagaian besar di antaranya adalah aktivis.
Mereka kemudian dibawa ke sebuah bus polisi yang diparkir di luar terminal dimana pria dan wanita dipisahkan dan didorong ke dalam sel kecil di dalam mobil tur setelah barang-barang para aktivis diperiksa.
Sepuluh orang itu berdesakan dalam ruang sekitar 3,5 meter persegi yang penuh dengan kecoak. Para aktivis di bus mulai menyanyi, berteriak dan menuntut untuk diberikan hak menemui pengacara, tetapi polisi Isarel menjawab dengan kalimat “tutup mulut” dan diancam dengan kekerasan jika mereka tidak diam.
“Aku tidak ingin menyakitimu tapi pasti akan kulakukan jika memang harus,” teriak seorang petugas setelah membuka pintu ke sel di mana aktivis ditahan.
Ketika para aktivis terus melakukan nyanyian dan teriakan, petugas polisi perbatasan mulai menyemprotkan air melalui jeruji sel.
“Anjing saja diperlakukan lebih baik dari ini di negara saya,” kata Bilal, seorang mahasiswa 24 tahun dari Brussel.
Flytilla, Terbang ke Israel
Sebelum potret peristiwa di ats terjadi, pada ketinggian 30.000 kaki di atas Mediterania menuju Tel Aviv, sekelompok orang Belgia sedang membahas apa yang mungkin bisa terjadi pada mereka ketika mereka mendarat di Israel.
Sebanyak 23 aktivis pro-Palestina, dimana sebagian besar adalah mahasiswa dari Brussel, mengambil bagian dalam aksi Flytilla (terbang ke) Tel Aviv di Bandara Ben Gurion untuk memprotes pembatasan Israel untuk bepergian ke wilayah Palestina.
Sementara di bagian belakang Boeing 747, orang-orang Belgia lain pergi ke Tel Aviv dengan skenario yang berbeda.
“Bagaimana jika polisi perbatasan Israel memisahkan kita,” kata seorang aktivis pada temannya.
“Apa yang akan terjadi jika mereka membawa kami ke terminal lain seperti yang mereka lakukan dengan aktivis lain yang berhasil tiba di Tel Aviv? Apakah kita harus menolak untuk meninggalkan pesawat? Atau kita akan melakukan sesuatu yang ilegal, yang akan bertentangan dengan tujuan protes ? “
Sebelumnya Boeing memulai perjalanannya pada hari yang sama di Charles de Gaulle, Paris. Di mana hampir seratus aktivis Prancis berencana untuk berpartisipasi dalam aksi Flytillah ke Tel Aviv, yang kemudian oleh Israel mereka dimasukkan ke dalam daftar hitam warga yang dilarang terbang dan masuk ke Israel.
Selama stop-over di Frankfurt, aktivis dari Belgia berhasil lolos dari prosedur check-in. Sebagai penumpang berkumpul di pintu gerbang, senyum kemenangan muncul di wajah para aktivis yang tersebar di antara penumpang lain.
Setelah pesawat lepas landas di Frankfurt, Abdellah Boudani, 24-tahun mahasiswa ilmu politik dari Brussel, menjelaskan mengapa ia mengambil bagian dalam aksi tersebut.
“Sudah jelas bahwa kekuatan yang ada tidak akan menekan Israel untuk merubah jalurnya. Ternyata, perubahan harus datang dari upaya akar rumput dan protes seperti ini”.
“Ide Flytilla datang dari Palestina sendiri yang mengatakan kepada kami; “hak-hak kami tidak dihormati, namun hak Anda, sebagai orang Eropa, tidak dihormati dengan baik pula bila Anda ingin mengunjungi Palestina, dan mendarat di Bandara Ben Gurion. Anda harus berbohong jika Anda ingin mengunjungi wilayah Palestina. Jika tidak, mereka tidak akan membiarkan Anda masuk”.
“Jadi, mereka mengundang kami untuk menarik perhatian pada ketidakadilan ini. Ini sangat sederhana.. Kami tidak akan membuat masalah. Kami hanya akan ke Ben Gurion dan memberitahu mereka bahwa kami di sini untuk mengunjungi Betlehem di Tepi Barat. Jika hukum berlaku, Israel akan melakukan sisanya. “
Banyak dalam kelompok tersebut tidak mengenal satu sama lain atau hanya bertemu pada dua minggu yang lalu di Brussels selama rapat akhir tentang bagaimana melakukana aksi protes.
Di antara kelompok ini Fathallah Legsaï, 48 tahun, seorang sopir taksi dari Brussels dan merupakan ayah dari tiga anak. Dia ditemani oleh putrinya Cherine, yang tampaknya ingin sekali berpartisipasi dalam aksi tersebut.
Seperti kebanyakan orang lain dalam kelompok, Hajar, 26 tahun seorang penerjemah dari Brussels, mengatakan dia tidak pernah berkunjung ke Israel dan wilayah Palestina.
“Kami masih menerima informasi dengan sangat baik, tentang berita-berit aterkait Palestina. Namun sekarang kami ingin melihat dengan mata kepala kami sendiri.”
Sebagian besar tiket pesawat para aktivis disponsori oleh orang-orang yang ingin berkontribusi dalam aksi tersebut, namun tidak mempunyai waktu karena pekerjaan mereka.
“Itulah mengapa ada begitu banyak siswa dalam kelompok kami,” jelas Hajar. “Seorang wanita bahkan tidak tahu tiket saya seharga 400 euro dan tersisa 100 euro untuk bibi saya”.
Dibawa ke penjara
Setelah ditahan di bandara Ben Gurion dan diletakkan di sebuah bus di mana mereka ditahan selama empat jam, bus yang membawa para aktivis akhirnya pindah dan melaju ke fasilitas penjara di dekat Beer Sheva di gurun Negev, yakni dua jam dari bandara .
Setelah kelelahan karena tidak tidur malam, para aktivis turun dari bus dan beberapa diantaranya dipandu menuju salah satu koridor penjara sempit yang dipenuhi penjaga penjara, beberapa di antaranya mengambil gambar dari para ‘pendatang’ baru.
Enam belas laki-laki dalam kelompok itu dipisahkan dari perempuan dan dimasukkan ke dalam satu sel tahanan kecil sebelum diproses sebagai tahanan di fasilitas penjara Ela yang baru.
Setelah berjejalan di bus selama enam jam, banyak dari tahanan tertidur di lantai beton sel setelah akhirnya bisa berbaring. Kemudian, setiap orang kembali digeledah dan dibawa ke daerah para tahanan yang sebenarnya ‘, dimana mereka bertemu dengan seorang psikolog dan dokter.
Para tahanan diberi sarapan dan sebuah tas berisi sandal, seragam bersih, sabun, dan pasta gigi dan sikat. Masing-masing dimasukkan ke dalam empat sel dengan tempat tidur bertingkat.
Setelah sarapan, Cherine, putrid Fathallah tiba-tiba muncul di daerah sel laki-laki dan segera berlari ke arah ayahnya, dan menangis. Karena usia yang masih muda, ia dibiarkan tetap bersama dengan ayahnya.
Cherine adalah putri bungsu Fathallah itu. “Dia adalah yang termuda, tetapi pada saat yang sama paling matang,” kata Fathallah.
“Dia sering membuat masalah di sekolah, melompat dan memberontak. Dia memiliki kepribadian yang sangat kuat. Aku membawanya dalam perjalanan ini untuk menunjukkan bahwa ada banyak orang yang dirampas haknya di dunia ini.”
“Dia hanya mengatakan kepada saya setelah sarapan bahwa setelah mengalami ini, dia ingin kembali ke sekolah dan belajar hukum internasional. Hal ini telah menjadi pengalaman yang mengubah hidupnya”.
Kemudian, para tahanan satu persatu dipanggil untuk diperiksa oleh petugas imigrasi Israel yang meminta mereka menandatangani surat perjanjian, yang menuntut mereka untuk berjanji tidak pergi ke wilayah Palestina di masa depan dan menahan diri dari menyebabkan masalah atau mengambil bagian dalam protes. Dalam beberapa kasus, surat perjanjian tersebut juga memuat tentang deportasi.
Beberapa yang dibebaskan Israel  adalah Gadiza Bouazani, 30 tahun yang merupakan anggota dewan dari Utrecht, Belanda, yang salah ditangkap oleh petugas keamanan bandara Israel. Ia bermaksud menjadikan Tel Aviv sebagai menjadi titik awal dari tur backpacking selama empat minggu di Timur Tengah.
“Kulit gelap saya dan rambut hitam ikal membuat mereka berpikir saya adalah kelompok Arab di antara aktivis. Saya terkejut pada cara kami diperlakukan dan saat ini saya hanya ingin kembali ke rumah”.  (rasularasy/arrahmah.com

Israel Selenggarakan Konferensi Bahas Upaya Perkuat Kendali Atas Tepi Barat

Written By Qassam Corporation on Minggu, 10 Juli 2011 | 15.34

[ 10/07/2011 - 01:24 ]

 
Nazaret-PIP: Organisasi Israel bersiap melakukan konferensi guna mempelajari pilihan memperkuat kendali Israel atas wilayah Tepi Barat, rencana ini bertepatan dengan usulan tokoh Israel memperluas perbatasan pemerintah kota Israel di Al-Quds di sebelah Timur.
Jaringan Israel Nasional News melaporkan sejumlah organisasi dan tokoh yahudi bersiap melakukan konferensi seputar kendali Israel atas Tepi Barat bertujuan menjelajahi semua sisi kendali Israel atas Tepi Barat, antara lain sisi ekonomi, politik dan diplomasi.
Konferensi akan diselenggarakan pada 21 Juli yang dikordinir organisasi wanita pemukiman yahudi yang menamakan diri sebagai “Wanita Untuk Masa Depan Israel” yang dikenal dengan aktifitasnya mengupayakan penambahan kendali Israel atas wilayah Palestina di Tepi Barat.
Sumber menyebutkan, konferensi akan diselenggarakan di Tepi Barat sebagai pusat kendali para pemukim yahudi di dekat Masjid Ibrahimi di Hebron, yang mendapat jaminan otoritas Israel yang akhir-akhir ini memasukan Masjid Ibrahimi kedalam daftar peninggalan warisan yahudi.
Di samping pihak terkait, konferensi juga diikuti perwakilan parlemen dari partai Likud, Tzipi Hotovla, organisasi Professor untuk Perkuat Israel, kelompok sayap kanan pendukung pemukim yahudi, juga diikuti wakil Israel dari Washington, Yoram Atnger.
Laporan media Israel menyebutkan bahwa Hotovla mengusulkan kepada Knesset Israel terkait perluasan perbatasan pemkot Israel di Al-Quds ke arah Timur yang lebih dikenal dengan proyek Al-Quds raya dengan menyita sebagian besar kota Tepi Barat.
Rencana yang diusulkan akan menggabungkan dua pemukiman yahudi Ma’aleh Adwiem dan Javat Zeev di Timur Al-Quds.
Pemerintah Israel dahulu telah menyerukan eksekusi proyek semisal ini dengan tujuan menambah wilayah kendalinya di Tepi Barat dengan dalih bahwa wilayah tersebut memiliki sisi keamanan khusus bagi Israel.
Proyek yang diusulkan dikenal dengan Pintu Timur yang bertujuan menyambungkan sejumlah pemukiman yahudi di jalur wilayah luas sepanjang Al-Quds dari arah Ma’alim Adwiem, Jerikho dan Laut Mati, seperti disebutkan sumber-sumber Palestina. (qm)

"SURAT DARI PALESTINA : UNTUK SAUDARAKU Di INDONESIA"

Written By Qassam Corporation on Rabu, 11 Mei 2011 | 22.55



Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun, jika kalian tetap bertanya kepadaku,kenapa?? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini,bukan demikian saudaraku??? Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jamrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini?!!!?. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis & membuat saya berdecak kagum. Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 sampai sekarang di gabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat di banding kalian yah? Wah?.Wah?pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5 % dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya...Subhanallah.



Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya & kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah?. Pasti sangat indah dan mengagumkan yah. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian. Pasti para ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko & para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan. Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku. Tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil. Yah diatas mobil saudaraku!! Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2 tahun lalu, Namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya. Walau, terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum. Namun, mengapa di negeri kalian , katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah & ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah. Itu yang kami dapat dari informasi televisi.


Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus abortusnya untuk wilayah ASIA. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian..??? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?.!!! Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini. Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah diselokan-selokan atau got-got apalagi ditempat sampah? Saudaraku, mereka mati syahid, saudaraku! Mati syahid karena serangan roket tentara Israel !!!


Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya ,di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini. Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember (2009) kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami. Namun, sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar. Allahu Akbar!!!


Wahai saudaraku di Indonesia,
Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah. Namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar??  Apa karena kalian sulit mencari rezki disana? Apa negeri kalian sedang di blokade juga?? Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan walau sudah lama kami diblokade. Kalian terlalu manja?!? Saya adalah pegawai Tata usaha di kantor pemerintahan Hamas. Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami. Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Yah, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku. Dan Perdana menteri kami, yaitu ust Isma'il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.


Wahai Saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan di Negeri antum seperti yang diceritakan teman saya tersebut. Program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak Kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap. Kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karna kalian punya waktu. Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku. Satu jam, yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh. Setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang telah diberikan kepada kami. Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut. Walau cuma satu jam saudaraku. Tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh seperti ta'aruf, tafahum dan takaful di sana. Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami. Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat Al-Anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang. Bagaimana dengan kalian?? Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al qur'an, umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Quran ketimbang anak-anak kami disini. Di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang. Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan. Diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma. Yah di tempat itulah mereka belajar. Saudaraku, bunyi suara setoran hafalan Al-Quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapang tentara Israel. Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.


Wahai Saudaraku di Indonesia,
Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya. Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk. InsyaAllah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam di Indonesia."







kita seharusnya bersyukur...mereka jauh lebih susah dari kita disana..



save palestina!!


diedit dari : "KISAHKU" (TRUE STORY)


Benar-benar keji, iklan mobil Israel memperlihatkan adegan menabrak anak Palestina

Written By Qassam Corporation on Sabtu, 23 April 2011 | 18.55

TEL AVIV  - Sebuah foto iklan terbaru mobil Jepang di Israel telah mengundang kemarahan yang cukup kuat untuk iklan yang menyiratkan pesan untuk menabrak anak-anak Palestina di jalan.
Iklan komersial yang diterbitkan oleh dealer Subaru di Israel, memperlihatkan adegan gambar yang terjadi pada tahun lalu dimana pemukim Yahudi menyerang dua anak Palestina dengan mobilnya di lingkungan Al-Quds Timur (Yerusalem), Silwan sebelum akhirnya pergi menjauh, lapor Xinhua pada Kamis (21/4/2011).
"Kita akan melihat siapa yang dapat bertahan terhadap Anda," ujar tulisan Ibrani yang berada di sebelah kanan foto.
Insiden pada Oktober tahun lalu menargetkan remaja Palestina berusia 10 dan 12 tahun yang mengalami patah kaki setelah ditabrak oleh mobil milik penduduk Yahudi.
Setelah serangan, korban menolak untuk dibawa masuk ke dalam mobil yang tampaknya dimaksudkan untuk "membawa mereka ke rumah sakit".  Anak-anak itu takut mengalami peristiwa yang sama yang menimpa teman-temannya di mana mereka melihat teman-teman mereka dibawa pergi oleh pasukan Israel yang menyamar sebagai warga sipil.
Presiden boneka Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas dari partai Fatah mengatakan promosi tersebut merupakan tindakan agresi, "iklan itu kotor dan propaganda yang dapat mencapai status seruan untuk membunuh anak-anak
Penyerang bernama David Be'eri, direktur jenderal Elad, sebuah developer kawasan elit garis keras.
Organisasai tersebut mendorong ekstrimis Yahudi untuk pindah ke lingkungan padat penduduk di Al Quds timur.

Aliansi Freedom Flotilla: Kami Tidak Takut Ancaman Zionis

Written By Qassam Corporation on Selasa, 12 April 2011 | 15.29

 [ 12/04/2011 - 07:49 ] 


Athena – PIP: Aliansi “Freedom Flotilla 2” menegaskan tidak takut dengan ancaman Zionis yang akan melakukan serangan lebih keras dari yang dilakukan terhadap armada pertama setahun lalu. Aliansi menegaskan bahwa armada kebebasan 2 akan berlayat menuju Jalur Gaza pada waktunya yang telah ditentukan pada Mei mendatang.
Dalam pernyataannya usai pertemuan di Athena, Yunani, Aliansi menyatakan bahwa pemerintah Zionis Israel melakukan kampanye provokatif terhadap para penyelenggaran armada kebebasan dan menggunakan bahasa ancaman militer, sama seperti yang dilakukan terhadap armada kebebasan pertama, yang mengakibatkan 9 relawan Turki gugur dan puluhan lainnya terluka. “Kami tidak takut ancaman Israel. Kami akan terus melanjutkan perjalanan sesuai rencana. Pelayaran akan dilakukan ke Jalur Gaza pada pertengan Mei mendatang,” ungkap Aliansi dalam pernyataannya.
Aliansi meminta Uni Eropa dan semua pemerintah yang warganya ikut dalam armada kebebasan kedua ini, yang jumlahnya mencapai 1000 relawan dari sekitar 50 negara, agar memberikan perlindungan kepada mereka dari setiap serangan Israel. Terutama di tengah sejumlah sekenario ancaman yang dibuat Israel, di antaranya adalah pembunuhan para relawan dan penggunaan kapal perang Israel yang membawa rudal dalam penyerangan terhadap armada ini.
Aliansi mengatakan, “Kami menyerukan masyarakat internasional dan PBB agar tidak tunduk pda ancaman Israel. ancaman Israel terhadap armada kebebasan tidak hanya di saja saja, namun juga terhadap relawan yang ikut serta di dalam armada ini di negara mereka.” Karena itu pemerintah yang warganya ikut dalam armada ini sudah seharusnya memberikan perlindungan kepada warganya yang menjadi relawan freedom flotilla.
Dijadwalkan Aliansi Freedom Flotilla akan berkumpul pada 10 Mei mendatang sebelum berangkat menuju Jalur Gaza bersama dengan para anggota parlemen Eropa dan anggota di PBB dan lembaga-lembaga internasional lainnya. Dalam pertemuan tersebut akan dijelaskan tujuan damai dari armada ini, yaitu memberikan bantuan kemanusiaan kepada satu tengah juta manusia yang terkurung selama kurang lebih lima tahun berturut-turut di Jalur Gaza, dalam upaya untuk membebaskan blokade yang melanggar hukum internasional.

Amuk Israel Baru ke Gaza, 10 Korban Gugur Syahid Dalam 24 Jam Terakhir

Written By Qassam Corporation on Jumat, 08 April 2011 | 23.55

 [ 08/04/2011 - 12:47 ] 

Gaza – Infopalestina: Seorang kakek dan seorang wanita dan anak perempuannya gugur syahid dan empat lainnya luka-luka dalam aksi kejahatan Israel terbaru di sebelah timur Khan Yunis hari ini Jumat (8/4). Akibatnya, jumlah korban gugur sejak pagi menjadi lima orang di kota Khan Yunis saja dan total di Jalur Gaza menjadi 10 orang sejak kemarin.
Sumber medis dan lokal menyebutkan kepada koresponden Pusat Informasi Palestina mengatakan, beberapa pesawat tempur Israel menyerang rumah warga Ibrahim Qadih di wilayah Syahayidah di Abasan Besar. Akibatnya, istri Ibrahim, Najah Qadih (41) dan anak perempuannya (21) gugur syahid sementara empat warga lainnya yang menghuni rumah tersebut mengalami luka, salah satunya luka berat.
Sumber-sumber di atas menegaskan, serangan roket pasukan Israel lainnya ke wilayah Al-Manarah menyebabkan seorang kakek Thalal Abu Thaha (55) gugur syahid pada saat dia sedang berwudlu untuk shalat Jumat.
Di sisi lain, pejuang perlawanan Palestina membalas serangan Israel ini dengan menyerang pemukiman-pemukiman yahudi di sekitar utara Jalur Gaza dengan dua roket jenis 107 pagi ini Jumat (8/4). Mereka menegaskan, serangan ini adalah balasan atas serangan Israel yang melanggar gencatan senjata.
Pasukan Israel mengakui ada enam roket hari ini jatuh di pemukiman yahudi di sebelah utara Jalur Gaza tanpa adanya korban atau kerusakan. (
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kang Diky Al-Qassam - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger