Kamis, 08 Dec 2011
Postingan Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Islamic World. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islamic World. Tampilkan semua postingan
Dosa-dosa Presiden Mesir DR. Muhammad Mursi
Written By Qassam Corporation on Kamis, 04 Juli 2013 | 08.43
Seleb yang menemukan jalan yang benar
Written By Qassam Corporation on Sabtu, 21 Juli 2012 | 23.41
Nostalgia Puasa Pertama Seleb Mualaf
Oleh Yahoo! News | Ramadan Mubarak – 9 jam yang laluHari pertama puasa, selalu menjadi momen yang spesial. Tiap orang memaknai hari tersebut dengan berbagai cara, seperti menyiapkan makan sahur dan berbuka yang istimewa, hingga memakai perlengkapan salat yang baru untuk tarawih.
Tapi tak ada yang bisa menandingi perasaan campur aduk antara bahagia, cemas, dan terharu bagi yang pertama kali menjalankannya sebagai seorang muslim. Mulai dari menyesuaikan diri bangun pagi untuk sahur, hingga meluangkan waktu untuk mengaji dan salat sunah mengikuti anjuran Rasul.
Inilah yang dirasakan oleh Jessica Iskandar saat pertama kali berpuasa. Sejak mengucap dua kalimat syahadat setahun silam, tahun ini adalah Ramadan keduanya sebagai umat muslim. “Aku nggak sabar. Ini bulan Ramadan kedua bagiku, tapi kali ini aku merindukannya. Ingin sekali bisa beribadah dengan khusyuk,” ujar artis kelahiran Jakarta, 29 Januari 1988 itu.
"Ini bulan Ramadan kedua bagiku, kali ini aku merindukannya," ujar Jessica Iskandar. (Inilah)Maklum, puasa tahun lalu pengisi acara Pesbukers ini mengakui belum sempurna dijalankan layaknya seorang muslim sejati. “Tahun lalu belum terlalu mantap menjalankan ibadah puasanya, dan belum paham benar tata caranya. Puasanya kebanyakan masih setengah hari,” kenang bintang di film Dealova itu.
Pengalaman berpuasa tahun lalu dijadikan Jessica sebagai pembelajaran. “Di hari-hari pertama perutku seperti memberontak, dan butuh menyesuaikan diri dengan pola makan yang berubah. Beberapa hari berpuasa, perut mulai tada-tanda maag. Mungkin karena kaget oleh perubahan jam makan. Selain itu badan juga terasa lemas seharian.” kata presenter Dahsyat itu.
Tapi Ramadan kali ini, Jessica sudah memantapkan tekad. Tidak bakal ada yang bolong sepanjang tidak ada 'halangan'. “Aku dilimpahkan banyak rejeki tahun ini. Jadi aku ingin sekali mensyukurinya dengan khusyuk mematuhi ibadah puasa yang merupakan bagian dari rukun Islam,” papar gadis berusia 24 tahun itu.
Beruntung, niat Jessica untuk khusyuk beribadah ini mendapat banyak dukungan. Terutama ayah kandungnya yang menganut Islam. Semua keperluan Jessica untuk menjalankan ibadah pun terasa lebih lancar.
Artis cantik Natalie Sarah juga punya kenangan puasa pertama yang unik. Menginjak usia 29 tahun, Sarah telah mengalami perjalanan berliku dalam menjalankan ibadah laksana seorang muslimah. Sejak menganut Islam di tahun 2001, keputusannya ini banyak ditentang oleh keluarga besar.
Saat puasa pertama kali, Sarah masih sembunyi-sembunyi melaksanakannya. Bahkan beberapa kali, Sarah terpaksa tidak sahur lantaran anggota keluarganya di rumah sudah mulai menaruh curiga. “Jadilah, selama berpuasa aku jarang ada di rumah. Dulu mukena pertamaku, kubeli dari hasil honor menjadi figuran sinetron. Karena setelah lulus sekolah aku tidak pernah minta uang Iagi sama mama," ujarnya.
Lalu bagaimana Sarah merayakan hari kemenangan? “Lebaran juga aku rayakan sendiri bersama teman-teman di luar. Walau sendiri tapi tetap tak mengurangi nikmat atas rasa bersyukurnya,” kenang Sarah. Selang beberapa tahun, Sarah baru memaparkan perihal mualaf-nya kepada sang mama. Untunglah, seiring berjalannya waktu, ibunda Sarah pun merestui keputusannya.
Artis cantik Alice Norin mengaku puasa pertamanya penuh kenangan indah. Sejak menjadi mualaf sejak 2007, ibunda Alince mendukung penuh keputusannya menganut Islam. Alhasil, selama belajar beribadah, Alice tak pernah mengalami kesulitan yang berarti. Bahkan selalu mendapat dukungan dan bimbingan. “Puasa pertama kali aku penuh lho.” ujarnya bangga.
Alice mengaku, puasa pertamanya saat baru menjadi Islam tidak ada batal. (Inilah)Justru pada puasa tahun kedua dirasakan lebih berat oleh bintang film Ketika Cinta Bertasbih ini. Sebab di tahun ini, Alice mendapatkan cobaan berat, sang ibunda tercinta wafat.
“Tahun 2008 ibuku meninggal, sejak itu semua ritual bulan puasa berubah dan mulai terasa berbeda. Biasanya ada mama yang selalu mengingatkan sahur dan mengajak berbuka bersama. Setiap bulan Ramadan, mama juga rajin memberi aku nasehat,” kenang perempuan kelahiran Norwegia, 21 Juni 1987 itu.
Kini, setiap bulan Ramadan tiba, ritual tidur Alice berubah. Agar bisa bangun sahur tepat waktu, Alice harus membawa jam weker ‘tidur bersama’. Sebab hanya cara itulah yang bisa membangunkannya untuk sahur. Kebiasaan itu muncul setelah ibundanya wafat, sebab sang mama lah yang biasa membangunkannya saat waktunya imsak tiba.
Lain halnya ritual dengan puasa pertama aktor yang dirasakan oleh aktor Tukang Bubur Naik Haji, El manik. Sepanjang statusnya sebagai muslim, ibadah puasa Ramadan dilalui dengan mulus sejak menjadi mualaf di tahun 1993. Rahasianya? “Saat baru pertama kali ikut puasa, saya tidak kaget. Karena sebelum jadi mualaf sudah latihan berpuasa. Saya ikut-ikutan umat Islam yang berpuasa. Sejak mualaf sampai sekarang saya selalu puasa penuh,” kenang El Manik.
El Manik menambahkan, puasa ibarat turun mesin. Mesin kalau dipakai bekerja terus kan panas, jadi perlu untuk turun mesin sesekali.
“Begitu pula dengan tubuh kita. Bayangkan dalam setahun kita makan terus menerus setiap hari, sehingga perlu masanya untuk tidak makan minum selama sebulan penuh melalui puasa,” ujarnya mantap. (Yahoo!/Vista)
Dukungan Ulama untuk Cyber Jihad
Written By Qassam Corporation on Selasa, 31 Januari 2012 | 11.41

Dalam dukungan nyata terhadap peningkatan "Jihad elektronik" atau Cyber War dan perbedaan pandangan tentang subjek ini, para ulama Islam telah menggarisbawahi dukungan mereka untuk fenomena baru ini, menyatakan bahwa "setiap upaya untuk mengalahkan musuh dan dalam mendukung Islam adalah tindakan yang sah". Mereka menganggap bahwa para pemuda Muslim yang terlibat dalam fenomena ini sebenarnya sedang memimpin sebuah jihad.
Namun bagi mereka yang menolak untuk mendukung fenomena ini mengatakan bahwa mereka percaya "menjatuhkan perangkat elektronik musuh bisa membantu dalam mewujudkan tujuan-tujuan tertentu dalam beberapa kasus, tetapi juga dapat berbahaya jika dilakukan pada waktu yang salah."
Mereka mencatat bahwa ada "sejumlah besar orang di dunia yang bersimpati dengan Israel dan mungkin terlibat dalam pertempuran ini, yang justru akan memperluas lingkaran kerusakan."
Di sisi lain, Syaikh Fahd bin Saad Al Jahni, seorang profesor syariahi, mengatakan bahwa "dalam Islam, Jihad adalah konsep yang luas yang dapat didefinisikan sesuai dengan interpretasi dan teks yang mengutip jihad. Ada banyak jenis jihad: jihad melawan hawa nafsu, jihad dengan uang, dan Jihad secara verbal. Jenis terakhir termasuk jihad intelektual, jihad oleh komposisi dan seruan untuk menuju Allah."
Al Jahni menambahkan bahwa "setiap upaya untuk mengalahkan musuh dan memberdayakan agama Islam harus dilakukan dengan cara yang sah dan sesuai dengan aturan Islam. Oleh karena itu, agama dapat diberdayakan secara luas melalui website elektronik. Ini adalah apa yang beberapa orang menyebutnya "Jihad elektronik". Dengan demikian, terminologi ini benar, tetapi definisi serta sejauh mana konsep menghormati prosedur yang sah adalah hal penting yang perlu diperhatikan. "
"Oleh karena itu, saya percaya bahwa para pemuda Muslim yang berusaha untuk mengambil keuntungan dari jendela elektronik yang luas dan melawan ideologi menyimpang atau menutup situs-situs cabul dan situs orang-orang yang melawan Islam seperti agresor Zionis, boleh menggunakan semua cara yang sah dan mereka telah memimpin jihad asalkan mereka tidak melebihi batas yang Allah tetapkan dalam aksi mereka, "kata Al Jahni.
Selain itu, Abdullah Al Aalwit, seorang peneliti hukum Islam, menunjukkan fakta bahwa jihad elektronik bisa diartikan menghancurkan perangkat elektronik musuh atau diam-diam mengambil informasi berharga dari perangkat musuh. Dan hal ini adalah sah dalam kasus tertentu dan mungkin berbahaya jika digunakan pada waktu yang salah dan dalam situasi yang salah.
"Namun, jelas bahwa tidak semua kondisi memungkinkan semua jenis jihad terhadap musuh karena terkadang musuh-musuh kita lebih maju daripada kita dalam segala macam bidang. Jika perang elektronik harus meletus, diharapkan memiliki dampak yang serius karena sejumlah besar negara di dunia bersimpati dengan Israel sehingga memasuki pertempuran, hanya akan memperluas lingkaran kerusakan," tambahnya.
Al Aalwit menyarankan bahwa orang harus "mengambil faktor ini dalam pertimbangan melakukan jihad elektronik karena simpatisan Israel melebihi kita dalam jumlah dan keterampilan serta teknologi.
"Selain itu, Jihad elektronik terkadang amoral karena mirip dengan pencurian, mata-mata dan penggelapan. Jihad Elektronik hanya berfungsi pada saat perang ketika pejuang ingin mengganggu perangkat komunikasi musuh. Namun, kita tidak dalam kondisi "perang" dan pertempuran elektronik dalam kondisi ini bisa dianggap sebagai jenis korupsi. "
Pada skala yang lebih besar, pendukung jihad elektronik telah mengangkat suara mereka. Koran melaporkan bahwa Syaikh Jamal Quthb, ketua Komite Fatwa di Al Azhar, telah menganjurkan untuk melakukan konfrontasi cyber dengan Israel "untuk mencegah mereka dari menyerang kita," meskipun ia menolak untuk menyakiti mereka jika mereka tidak pertama melakukan penyerangan.
Dr Mustafa Mourad, profesor di Universitas Al Azhar, mengatakan bahwa "jihad elektronik adalah jenis jihad karena jihad tidak terbatas pada senjata militer atau jenis lainnya. Dalam jihad, adalah mungkin untuk menggunakan alat yang bisa memenuhi tujuan di balik serangan terhadap musuh-musuh Allah dalam menanggapi upaya mereka yang telah melanggar hak-hak umat Islam dan merebut tempat-tempat suci Islam.
Dalam konteks ini, penting untuk dicatat bahwa seruan pertama untuk berjihad secara elektronik diluncurkan oleh seorang ulama Kuwait, Tarek Al Souwaydan, ketika ia meminta hacker untuk menggabungkan upaya mereka dalam "proyek jihad elektronik" melawan Israel.
Perang elektronik dimulai pada bulan Januari tahun ini, ketika seorang hacker yang dikenal sebagai X Omar menerbitkan rincian ribuan kartu kredit warga Israel setelah ia meng-hack lebih dari 80 server mail Israel. (fq/aby)
Hacker Palestina Usili Situs Israel
Written By Qassam Corporation on Minggu, 15 Januari 2012 | 10.16
Peretas (Ist.)
Jerusalem - Kelompok peretas asal Palestina yang menamakan diri mereka Gaza Strip mulai mengusili Israel. Kali ini, aksi mereka adalah menyusup ke dalam situs pemadam kebakaran setempat.
Israel memang sepertinya mulai jadi bulan-bulanan bandit dunia maya. Sebelumnya, kelompok peretas asal Arab Saudi berhasil mengasak sekitar 400 ribu kartu kredit warga Israel yang kemudian diumbar di internet.
Aksi itu pun langsung membuat geram pemerintah setempat. Israel melalui Menteri Luar Negeri Dany Ayalon langsung menegaskan bahwa mereka akan memerangi hacker layaknya sekelompok teroris.
Kini Israel kembali menjadi sasaran peretas iseng. Kali ini yang menjadi korbannya adalah situs pemadam kebakaran dan penyelamatan masyarakat setempat.
Seperti dikutip detikINET dari AFP, Minggu (15/1/2012), pada Jumat malam waktu setempat peretas mengubah halaman utama situs tersebut (deface) dengan sebuah foto yang bertuliskan 'Death Israel'.
"Di situ (situs-red) dituliskan sebuah perkataan dalam bahasa Arab dan menampilkan foto Dany Ayalon," kata Yoram Levy, juru bicara pemadam kebakaran Israel.
Israel memang sepertinya mulai jadi bulan-bulanan bandit dunia maya. Sebelumnya, kelompok peretas asal Arab Saudi berhasil mengasak sekitar 400 ribu kartu kredit warga Israel yang kemudian diumbar di internet.
Aksi itu pun langsung membuat geram pemerintah setempat. Israel melalui Menteri Luar Negeri Dany Ayalon langsung menegaskan bahwa mereka akan memerangi hacker layaknya sekelompok teroris.
Kini Israel kembali menjadi sasaran peretas iseng. Kali ini yang menjadi korbannya adalah situs pemadam kebakaran dan penyelamatan masyarakat setempat.
Seperti dikutip detikINET dari AFP, Minggu (15/1/2012), pada Jumat malam waktu setempat peretas mengubah halaman utama situs tersebut (deface) dengan sebuah foto yang bertuliskan 'Death Israel'.
"Di situ (situs-red) dituliskan sebuah perkataan dalam bahasa Arab dan menampilkan foto Dany Ayalon," kata Yoram Levy, juru bicara pemadam kebakaran Israel.
MER-C kirim 2 dokter bantu pengungsi Somalia di Dadaab
Written By Qassam Corporation on Jumat, 13 Januari 2012 | 19.09
Ukasyah
Ahad, 4 Desember 2011 21:54:57
Qassam Team / Arrahmah.com) – Tim MER-C yang terdiri dari dua dokter, Ahad (04/12) sekitar pukul 18.25 wib bertolak ke Nairobi, Kenya. Dari Nairobi, tim akan menuju kamp pengungsian Dadaab yang terletak di perbatasan Kenya-Somalia untuk memberi bantuan pelayanan kesehatan bagi ratusan ribu pengungsi di sana. Kedua dokter yang diberi amanah dengan misi ini adalah dr. M. Reza S. dan dr. T. Meaty F.
Dadaab adalah salah satu kamp pengungsian terbesar di dunia. Ratusan ribu pengungsi di mana sebagian besar dari warga Somalia yang mengalami bencana kekeringan, kelaparan dan diperparah oleh konflik berada di kamp ini.

Untuk mencapai Dadaab diperlukan total waktu 8-9 jam perjalanan darat dengan kondisi jalan yang sangat parah. Di samping medan yang berat, hujan deras kerap turun mengguyur wilayah ini. Dari Nairobi tim harus menuju kota Garissa, yang diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih 5 jam. Dari Garissa tim baru akan menyelesaikan perjalanan sejauh 100 km, atau sekitar 3-4 jam lagi sebelum tiba di Dadaab.
Di Dadaab, Tim diagendakan untuk bertugas selama 2 minggu. Di kamp pengungsian tersebut tim akan bekerjasama dengan organisasi IHH Turki selain Tim Medis dari negara lainnya.
Read more: http://arrahmah.com/read/2011/12/04/16665-mer-c-kirim-2-dokter-bantu-pengungsi-somalia-di-dadaab.html#ixzz1jL6jailk
Gila! Nikah Kontrak Syi'ah Dibandrol 300 Dolar, Mut'ah Perawan Bonus 150 Dolar?
IRAN (voa-islam.com) – Kabar tarif kawin kontrak (nikah Mut’ah) khas Syi’ah Iran yang dirilis aansar.com ini membuat bulu kudu merinding. Para wanita bisa disewa untuk dinikahi beberapa jam (short time) hingga beberapa hari (long time) dengan tarif hingga 300 dolar. Khusus kawin kontrak dengan gadis yang masih perawan dapat bonus 150 dolar. Pelacuran yang dihalalkan berkedok agama?
Sejak lama, Astan Quds Al-Ridhawy mengumumkan permintaan untuk mendatangkan para gadis yang umurnya berkisar antara 12 hingga 35 tahun untuk melakoni profesi Mut’ah. Astan Quds Al-Ridhawy adalah yayasan yang mengurus wakaf dan urusan agama serta beberapa perusahaan bisnis besar di dalam dan di luar kawasan Khurasan.
Pengumuman ini dirilis seiring meningkatnya jumlah permintaan terhadap servis Mut’ah dari para turis yang datang ke Kota Masyhad, demi terciptanya iklim spiritual yang nyaman bagi para turis (tentu saja untuk kalangan pria dari mereka!!), serta untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui pelaksanaan ritual ini.
Berikut ini terjemahan lengkap dokumen pengumuman tarif nikah Mut’ah tersebut:
Bismillahirrahmanirrahim
Nikah itu adalah sunnahku
Nikah itu adalah sunnahku
Yayasan Astan Quds Ridhawy (Propinsi Masyhad, Kota Al-Ridha) mengumumkan tentang maksudnya untuk mendirikan sebuah markas tempat melangsungkan akad nikah untuk waktu pendek (short time) di dekat kuburan Imam Al-Ridha alaihissalam, demi meningkatkan iklim spiritual dalam masyarakat dan demi menciptakan iklim rohani dan ketenangan bagi kawan-kawan peziarah yang mengunjungi kawasan makam Imam sementara mereka jauh dari keluarga mereka.
Untuk itu, maka pihak Yayasan meminta kepada seluruh wanita mukminah yang masih perawan, yang usianya belum melampaui 12 sampai 35 tahun, pihak Yayasan mengajak mereka untuk memberikan bantuan dan terlibat dalam proyek ini.
Masa kontrak bagi wanita yang mau terlibat dalam pekerjaan ini adalah 2 tahun, dan yang menjadi kewajiban bagi wanita yang terikat kontrak dengan Yayasan al-Ridhawy adalah melakukan Nikah Mut’ah selama 25 hari setiap bulan selama masa kontrak kerja.
Dan masa kontrak akan dihitung dari bagian masa kerja, dan masa kerja untuk setiap akad (Mut’ah) berkisar antara 5 jam hingga 10 hari dengan setiap pria.
Nilai bayaran yang ditetapkan untuk setiap akad Mut’ah adalah berikut:
a. Mut’ah 5 jam : 50.000 Tuman (50 Dolar)
b. Mut’ah 1 hari: 75.000 Tuman (75 Dolar)
c. Mut’ah 2 hari: 100.000 Tuman (100 Dolar)
d. Mut’ah 3 hari: 150.000 Tuman (150 Dolar)
e. Mut’ah 4 s/d 10 hari: 300.000 Tuman (300 Dolar)
f. Khusus bagi para wanita perawan yang baru pertama kali melakukan nikah Mut’ah akan mendapatkan bonus 150.000 Tuman sebagai pengganti penghilangan keperawanannya!
b. Mut’ah 1 hari: 75.000 Tuman (75 Dolar)
c. Mut’ah 2 hari: 100.000 Tuman (100 Dolar)
d. Mut’ah 3 hari: 150.000 Tuman (150 Dolar)
e. Mut’ah 4 s/d 10 hari: 300.000 Tuman (300 Dolar)
f. Khusus bagi para wanita perawan yang baru pertama kali melakukan nikah Mut’ah akan mendapatkan bonus 150.000 Tuman sebagai pengganti penghilangan keperawanannya!
Bagi umat Islam yang istiqamah menjauhi segala bentuk perzinahan, tentunya lebih tertarik membaca istigfar 300.000 kali daripada imbalan 300.000 Tuman demi kawin kilat long time. Muslimah shalihah pun lebih tertarik melantunkan ta'awudz 150.000 kali daripada kehilangan keperawanan di kamar Mut’ah untuk bercinta satu malam short time.
Alhamdulillah ‘ala al-Islam wa al-Sunnah. Allahumma tsabbit aqdamana ‘ala al-Islam was-Sunnah. [taz/Muhammad Ihsan Zainuddin]
Lecehkan Islam & Dukung Israel di Facebook, Tentara Singapura Diadili
Written By Qassam Corporation on Kamis, 29 Desember 2011 | 20.17
SINGAPURA (Qassam Team & voa-islam.com) – Kementerian Pertahanan Singapura (Singapore's Ministry of Defence/MINDEF) memandang serius tindakan seorang anggota tentara yang melecehkan Islam dalam laman web sosial Facebook.
Pernyataan MINDEF disampaikan untuk menjawab pertanyaan media mengenai laporan seorang anggota Tentara Kebangsaan (Full-time National Serviceman/NSF) yang melecehkan Islam dengan menyiarkan gambar ayat menghujat Islam di dalam akun Facebook miliknya. “Kami memandang serius kelakuan anggota kami di khalayak umum,” kata kementerian MINDEF.
Christian Eliab Ratnam, oknum tentara tersebut melakukan pelecehan terhadap Islam di Facebook, dengan menyiarkan gambar teks berbunyi: “Islam bukan suatu agama tetapi doktrin politik autoritarian yang dikuatkuasakan (diberlakukan, red.) secara paksa.”
Selain melecehkan Islam, Ratnam juga dilaporkan mendukung perjuangan Israel dan Yahudi, berdasarkan bendera dan simbol Tentara Pertahanan Israel pada akaun Facebooknya. Bahkan di Facebook, Ratnam juga menjadi anggota group pendukung rakyat Israel dan Yahudi di Singapura.
Akibat ulahnya yang dikecam oleh rakyat Singapura, kini akun Facebook Ratman yang melecehkan Islam telah diblokir.
Salah seorang pejabat MINDEF, Kolonel Desmond Tan menegaskan bahwa kasus pelecehan Islam oleh anggota tentara itu masih dalam penyelidikan. Jika terbukti, MINSEF akan memberikan sanksi yang setimpal.
Sebelumnya, seorang bekas anggota sayap Pemuda Parti Tindakan Rakyat (PAP), Jason Neo juga diperiksa karena menghina anak-anak Melayu yang sedang menaiki bus sekolah. Dia melontarkan hinaannya juga lewat Facebook.
Kasus pelecehan terhadap Islam ini menghebohkan Singapura, karena sebelumnya juga terjadi kasus pelecehan Islam di Facebook. Sebelumnya, seorang bekas anggota sayap Pemuda Parti Tindakan Rakyat (PAP), Jason Neo diperiksa polisi karena terbukti melecehkan Islam di di akun Facebook miliknya. Selain itu, Jason juga menghina anak-anak Muslim Melayu yang menaiki bas sekolah.
Indonesia Harus Berguru pada Singapura?
Di Indonesia yang mayoritas Muslim, penghujatan Islam di jejaring sosial maupun blog jauh lebih marak, tapi tak pelakunya tak pernah tertangkap.
Kasus penghujatan Islam yang masih hangat adalah blog Santo Bellarminus Bekasi yang menghebohkan nusantara beberapa bulan lalu, hingga saat ini tak tersentuh hukum. Belum lama ini, bahkan dengna leluasanya penginjil Kristen Batak bernama Rudy Yohanes Hutagalung melecehkan Islam habis-habisan. Sampai saat ini para provokator perusuh hubungan antarumat beragama itu tak satupun yang terendus.
Haruskah Polri harus berguru kepada Singapura, agar Indonesia tidak menjadi surganya provokator salibis penghujat Islam? [taz/utusan]
Kasus penghujatan Islam yang masih hangat adalah blog Santo Bellarminus Bekasi yang menghebohkan nusantara beberapa bulan lalu, hingga saat ini tak tersentuh hukum. Belum lama ini, bahkan dengna leluasanya penginjil Kristen Batak bernama Rudy Yohanes Hutagalung melecehkan Islam habis-habisan. Sampai saat ini para provokator perusuh hubungan antarumat beragama itu tak satupun yang terendus.
Haruskah Polri harus berguru kepada Singapura, agar Indonesia tidak menjadi surganya provokator salibis penghujat Islam? [taz/utusan]
Kol. (Purn) Herman Ibrahim: Pendiri Bangsa ini adalah Orang Yahudi
Written By Qassam Corporation on Rabu, 21 Desember 2011 | 18.25
CIANJUR (voa-islam/Qassam Team) – Kol. (Purn) TNI Y. Herman Ibrahim selaku salah satu pemateri dalam acara “Sarasehan & Silaturahmi Aktivis Muslim serta Organisasi & Gerakan Islam se-Indonesia” yang diadakan GARIS (Gerakan Reformis Islam) pada Sabtu – Ahad 17-18 Desember 2011 kemarin di Cianjur Jawa Barat, membeberkan fakta baru yang cukup mencengangkan.
“Determinasi Zionisme di Indonesia bukan hanya sekarang saja, tapi sudah terjadi sejak lama. Di dalam buku Heri Nurdi dengan judul ‘Melacak Jejak Freemasonri’ (Organisasi rahasianya Zionisme Yahudi) disebutkan bahwa founding father/ Pendiri Bangsa ini adalah orang-orang Fremason / Yahudi. Sebut saja Wahidin Sudiro Husodo, Ki Hajar Dewantara Taman Siswa dan para deklarator proklamasi pendiri bangsa ini lainnya seperti Supomo, Muhammad Yamin, Sukemi (orang tuanya Suharto), mereka semua itu Freemason / Yahudi. Ini data faktanya ada dan bukan rekayasa. Dan di negara ini, secara Eksplisit didirikan oleh orang-orang Yahudi,” ujarnya.
Lebih lanjut purnawirawan TNI itu mengatakan “Tapi kita jangan langsung menyerang institusinya / negara ini, dan saya juga tidak ingin membubarkan Indonesia, meskipun yang menguasai adalah orang-orang Yahudi. Tapi yang harus kita serang dan musuhi adalah orang-orangnya saja. Jadi, siapa yang sebetulnya lebih berhak untuk bekuasa mengatur Negara ini? Orang Islam.
Tapi dari dulu sampai sekarang kita malah diatur oleh segelintir orang (Yahudi) yang telah mengibuli para ulama waktu itu. Yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia adalah orang-orang Islam melalui semangat jihadnya. Tidak ada satupun orang Kristen atau laskar Kristus yang membela & memperjuangkannya. Ada nggak orang Kristen yang ikut berjuang melawan Penjajah waktu itu? Nggak ada. Jadi kita ini sering dikibuli oleh orang-orang yang mengatakan bahwa pendiri bangsa ini adalah para ulama, ndak betul itu. Yang betul-betul berjuang adalah ummat islam dan para ulama, tapi yang mendirikan Negara ini adalah orang-orang Yahudi,” jelasnya dihadapan ratusan aktivis Islam yang hadir.
Sesi ke-4 dengan tema “Tinjauan Kritis UU Tindak Pidana Terorisme & UU Intelejent” juga diisi oleh Munarman, SH selaku pemateri pertama yang menyampaikan makalahnya sebelum Kol. (Purn) Y. Herman Ibrahim menyampaikan materinya.
Diakhir acara, seluruh Ummat Islam yang hadir dari berbagai Organisasi Islam dan pergerakan islam tersebut menghasilkan 6 butir pernyataan yang akan direkomendasikan dan diserahkan kepada pemerintahan SBY dan juga kedepannya akan dijadikan pijakan bagi umat Islam dalam melangkah untuk memperjuang tegaknya syari’at Islam. (Bekti Sejati/KRU FAI)
Tertangkap!! Penyusup Kristen Berjilbab Menyamar Koordinator Pengungsi Ambon
Written By Qassam Corporation on Kamis, 08 Desember 2011 | 10.54
Home | Indonesiana | Tertangkap!! Penyusup Kristen Berjilbab Menyamar Koordinator Pengungsi Ambon
AMBON (Qassam Team - Voa-islam) – Aksi Fatma ini tergolong nekad. Bayangkan, wanita Kristen berusia 55 tahun ini menyamar sebagai Muslimah berjilbab di tengah perkampungan muslim Komplek STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Batumerah Ambon, saat sedang beredar rumor panas akan adanya konflik Natal 2011.
Aksi nekad Fatma terbongkar setelah ia
meminta sumbangan kepada sebuah keluarga di RT 01 RW 017 STAIN Batumerah
Ambon. Sumbangan tersebut, kata Fatma, untuk bantuan kepada warga
kampung Waringin yang mengungsi di Pasar Gotong Royong.
Kasus ini bermula ketika seorang wanita
berjilbab mendatangi rumah keluarga Hermanto, Selasa (6/12/2011) dengan
tujuan meminta sumbangan untuk pengungsi korban kerusuhan dari Waringin
yang mengungsi di Pasar Gotong Royong. Di masyarakat, Hermanto dikenal
sebagai tokoh pemuda.
Wanita berusia sekitar 55 tahun yang
mengaku bernama Fatma ini diterima dengan baik oleh Hermanto dan ibunya,
lalu diberi sejumlah uang untuk seperti yang diminta.
Setelah diberi uang, Fatma menemui istri
Hermanto yang bernama Ummu Rafiz dengan maksud yang sama, meminta
sumbangan pengungsi. Karena merasa kasihan, Ummu Rafiz mengajak Fatma
untuk masuk ke rumah dan mengajaknya makan siang. Usai makan siang, Ummu
Rafiz memberikan sejumlah uang seperti yang diminta Fatma.
Namun melihat gelagat penampilan dan
logat bicara Fatma yang aneh, mengundang kecurigaan Hermanto yang
memperhatikan gerak-gerik Fatma sejak awal.
Karena curiga, Hermanto pun bertanya
mengenai nama, marga, asal dan alamat Fatma. Fatma mengaku bermarga
Matdoan dari Maluku Tenggara dan tinggal di kebun Cengkeh. Ketika
ditanya apakah memiliki keluarga disekitar komplek STAIN, Fatma mengaku
kalau dia memiliki keluarga yang tinggal di Kampung Kahena yang berjarak
sekitar 1 km dari rumah Hermanto. Ia juga mengaku sering berkunjung ke
keluarganya di Kahena.
Anehnya, ketika ditanya jalan menuju ke
Kahena, Fatma mengaku tidak tahu. Jawaban ini membuat Pak Hermanto
semakin curiga dan membuat dia ingin terus menyelidiki wanita misterius
ini. Ketika ditanya agamanya, Fatma mengaku beragama Islam. Karena
penasaran, Hermanto pun meminta Fatma untuk mengucapkan dua kalimat
syahadat, ternyata ia tidak bisa mengucapkannya.
Hermanto pun menyimpulkan bahwa Fatma
bukan orang Islam karena tidak bisa mengucapkan dua kalimat syahadat,
padahal ia mengaku sebagai muslimah dan berjilbab. Untuk mengetahui
kedok Fatma, Hermanto menelepon koordinator pengungsi Waringin di Pasar
Gotong Royong. Dua orang koordinator pengungsi yang bernama Ongen dan
Eva pun datang ke rumah Hermanto untuk menemui Fatma. Namun keduanya
tidak mengenali Fatma dan menegaskan bahwa Fatma sama sekali bukan
koordinator pengungsi Waringin.
Merasa penyamarannnya terbongkar, Fatma
mencoba melarikan diri namun berhasil ditangkap oleh anak-anak muda yang
sedang berada di jalan raya di depan rumah Hermanto.
Untuk mengkroscek keterangan Fatma,
selanjutnya Hermanto membawanya ke Kebun Cengkeh, mencari orang yang
berasal dari Maluku Tenggara. Ternyata di Kebun Cengkeh tak satu pun
keluarga berasal dari Maluku Tenggara yang mengenal Fatma.
Namun ketika sampai di belakang SMP
As-Salam, seorang ibu yang mengenali Fatma pun menegurnya. “Hai minah
ose darimana sa?” (hai minah kamu darimana saja).
Terungkaplah bahwa wanita yang mengaku bernama Fatma ini adalah warga kampung Kristen di desa Passo.
Tak mau berurusan panjang, Fatma pun
berusaha kabur menuju Komplek Kuburan Kebun Cengkeh, namun kembali
ditangkap warga dan diserahkan kepada Polisi.
Koordinator pengungsi muslim kampung
Waringin mengadukan Ibu Fatma ke Polsek Kota Jawa dengan tuduhan telah
mencemarkan nama baik. Sebab selama ini Koordinator pengungsi tidak
pernah meminta atau menugaskan orang untuk meminta sumbangan kepada
masyarakat untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.
Belum diketahui aktor intelektual di
balik penipuan yang dilakukan oleh Fatma, karena ketika ditanya akan hal
tersebut Ibu Fatma memilih banyak diam dan tidak menjawab.
Namun sebagian warga mencurigai Fatma
sebagai penyusup Kristen yang bertugas melakukan pemantauan terhadap
perkampungan muslim. Pasalnya, saat ini sedang banyak beredar rumor akan
adanya kerusuhan susulan pada hari Natal yang dihembuskan oleh
orang-orang Kristen Ambon.Fitra: Biaya Pernikahan Ibas-Aliya Pakai Uang Rakyat!
Written By Qassam Corporation on Sabtu, 26 November 2011 | 17.56
Meski pihak Presiden SBY, dalam hal ini Menteri Sekretaris
Negara Sudi Silalahi, membantah adanya uang negara yang dipakai untuk
biaya perhelatan putranya Ibas Yudhoyono dengan putri Menko Perekonomian
Hatta Radjasa, Siti Ruby Aliya Rajasa, namun aktivis tidak percaya
begitu saja."Pernyataan itu sungguh menyakitkan hati rakyat Indonesia," kata Koordinator Investigasi dan Advokasi Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi di Jakarta (Kamis, 24/11).
Uchok balik mempertanyakan siapa yang bayar gaji prajurit TNI dan Polri yang jumlahnya ribuan orang untuk pengamanan, termasuk listrik dan biaya mempercantik Istana Cipanas dalam perhelatan tersebut.
"Semua itu siapa yang bayar. Saya yakin itu semua menggunakan anggaran negara yang dibiayai oleh rakyat dari pajak," tegasnya.
Dia sangat menyayangkan mengapa pihak kepresidenan mengeluarkan pernyataan yang bernada sombong dan meniadakan peran rakyat atas apa yang dinikmatinya sebagai presiden. Menurut dia, berbagai fasilitas yang diterima presiden adalah hal yang wajar dan menjadi haknya, namun presiden juga jangan lupa bahwa semua fasilitas itu yang membiayai adalah negara atau rakyat.
"Memang siapa yang membiayai kebutuhan dia sebagai presiden, termasuk penggunaan Istana Cipanas? Kalau SBY menyangkal itu tentunya sangat melecehkan rakyat Indonesia," kata Uchok balik bertanya.
Untuk itu dia berharap agar SBY meralat pernyataannya itu dan meminta maaf pada rakyat Indonesia sambil menjelaskan darimana dia dapat uang untuk menggelar pesta akbar itu. "Apa dia mau mengatakan bahwa dia lebih kaya dari rakyat sehingga tidak perlu dibiayai negara?," tanya Ucok lagi.
Densus Biadab! Aktivis Terduga Teroris Disiksa di Depan Anak-Anak Balita
Written By Qassam Corporation on Jumat, 25 November 2011 | 13.09
JAKARTA (Qassam Team-voa-islam.com) – Drama
kebiadaban pasukan Densus 88 kembali dipertontonkan di pentas negeri
yang mengaku menjujung tinggi HAM (Hak Asasi Manusia). Hal tersebut
terjadi ketika Densus menangkap terduga Teroris bernama Dian Adi Priyana
(DAP) di Pasar Nyamuk Cipondoh Tangerang Selatan, Sabtu (12/11/2011)
lalu.
Kepada voa-islam.com, Ummu Yasmin, istri
dari terduga teroris Dian Adi Priyana yang menyaksikan penangkapan dan
penyiksaan terhadap suaminya menceritakan detik-detik kebiadaban Densus.
Pagi itu, sekira pukul 07.30 WIB,
terduga teroris Dian Adi Priana yang disebut polisi terkait dengan
jaringan Abdullah Omar sedang mengantar istri dan dua anaknya dengan
mengendarai motor ke pasar untuk belanja. Ketika sampai di dekat SDN 3
Cipondoh, sekitar 50 meter dari rumah kontrakannya, tiba-tiba motornya
diberhentikan secara paksa oleh Tim Densus 88. Setelah dihentikan paksa
kemudian motornya dibelokkan ke arah got, lalu salah seorang anggota
Densus 88 menodongkan senjata ke arah Dian dengan sangat kasar.
Sementara itu, anggota Densus lainnya menyeretnya dari motor, memukul,
menendang dan menginjak-injaknya sampai mulutnya berdarah.
Biadabnya, penganiayaan yang tak
manusiawi tersebut dilakukan di depan istri dan dua anak Dian yang
bernama Azzam (4,5) dan Syamil (1,5).
Tak sampai di situ, dengan kejinya,
kedua anak balita itu juga mendapatkan perlakuan kasar dari tim Densus
88, sama seperti ayah mereka. Azzam yang terluka karena motor terjatuh
ke got itu terus menangis melihat ayahnya dipelakukan kasar. Semantara
Syamil yang baru berumur 1,5 tahun direnggut dengan paksa oleh tim
Densus 88 sampai pelipisnya legam.
Sesaat kemudian, puluhan petugas dari
Detasemen Borgol tersebut mengerubuti terduga teroris Dian Adi Priyana
bersama istri dan kedua anaknya yang terus menangis karena ketakutan.
Tak mau ambil pusing, Ummu Yasmin dan kedua anaknya pun diangkut ke
dalam mobil Avanza warna putih, sementara Dian sendiri dinaikkan ke
mobil lain warna hitam. Dari dalam mobil, Ummu Yasmin dan kedua anaknya
mendengar teriakan takbir dari Dian yang sedang disiksa oleh anggota
Densus 88. Teriakan takbir tersebut membuat anggota Densus 88 marah
kemudian mereka mengambil lakban dari mobil yang ditumpangi oleh Ummu
Yasmin dan kedua anaknya.
“Dengan lakban itulah mulut suami saya
dibungkam, mungkin karena mereka membenci suara takbir,” ujar Ummu
Yasmin kepada voa-islam.com, Senin (15/11/2011).
Setelah itu, Ummu Yasmin dan kedua
anaknya dibawa ke Polsek Cipondoh sedangkan Dian sendiri entah dibawa ke
tempat lain, entah ke mana.
Rupanya polisi tidak puas
mempertontonkan kebiadaban dalam menyiksa Dian di depan istri dan kedua
anaknya. Hari itu juga polisi menjemput dua anak perempuan Dian yang
bernama Syifa (11) dan Yasmin (9) yang sedang bersekolah untuk dibawa ke
Polsek Cipondoh. Ummu Yasmin dan keempat anaknya pun ditahan di Polsek
Cipondoh dari jam 8 pagi sampai larut malam. Jam 21.00 WIB mereka baru
diantar pulang.
Selama di penjara, Ummu Yasmin dan
keempat anaknya, dua di antaranya masih balita, dipaksa untuk menonton
drama kebiadaban Densus 88 yang menyiksa suami dan ayah mereka.
Dampak dari peristiwa tak manusiawi itu,
jelas Ummu Yasmin, keempat anaknya, terutama Azzam dan Syamil yang
masih balita, sampai sekarang masih trauma dan sering menangis jika
mengingat kejadian penyiksaan yang menimpa ayah mereka.
Sangat disayangkan, anak-anak kecil itu
adalah generasi bangsa yang tidak berdosa dan tidak mengerti apa itu
teroris. Tapi Densus telah menyuguhkan tindakan teror kepada anak-anak
suci itu. Anak-anak yang masih polos itu menjadi korban teror dan
intimidasi dari negara melalui aparatnya yang katanya menjunjung tinggi
HAM.
Soal tudingan bahwa Dian adalah anggota
teroris jaringan Abdullah Omar alias Zulfikar yang memiliki senjata api,
Ummu Yasmin meragukan tudingan itu. Sebagai istri Dian, ia tidak pernah
melihat ataupun mengetahui adanya senjata api di tangan suaminya.
Melalui berita ini, Ummu Yasmin berharap
agar jeritan hatinya didengar oleh para aktivis pendekar HAM atau
Komisi Nasional Perlindungan Anak. [taz, af]
Barat Tidak Senang Pemberitaan Astronot AS Itu Masuk Islam
Written By Qassam Corporation on Senin, 21 November 2011 | 16.49
(Qassam Team and voa-islam) – Sebuah pesan pendek tersebar tentang kabar masuk Islamnya Sunita Williams, astronot wanita India pertama yang pergi kebulan pada 2 Juli 2007 lalu. Berita menghebohkan ini bukanlah yang pertama, sebelumnya astronot asal Amerika Serikat Neil Armstrong juga menyatakan dirinya masuk Islam sekembali dari bulan. Apakah ini berita bohong? Yang pasti pihak Kristiani tidak suka dengan pemberitaan ini. Lalu disebarlah kabar, bahwa ini berita bohong.
Perlu diketahui, Sunita Williams adalah seorang astronot kelahiran Ohio 19 September 1965 dari orang tua berketurunan India-Slovenia. Menikah dengan Michael J. William, seorang Polisi Federal di Oregon, USA. Sebagai astronot pertama India, dia memegang rekor perjalanan luar angkasa untuk wanita: berada diluar angkasa terlama (195 hari), dan berjalan diluar angkasa (29 jam, 17 menit).Dalam perjalanannya ke bulan, Sunita William melihat fenomena yang aneh saat pandangannya menuju ke bumi. Ketika bagian bumi lainnya nampak gelap, ternyata ada sebagian kecil bumi yang nampak terang yaitu Makkah dan Madinah.
Sunita mengatakan, dari atas seluruh permukaan bumi diselimuti kegelapan, namun betapa terkejutnya ketika dengan bantuan teleskop ada dua tempat yang sangat berbeda, yaitu Makkah dan Madinah. Kedua tempat itu nampak terang dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya dibelahan bumi. Masya Allah, Allah Maha Besar.
Selain itu, fenomena lain yang ditangkapnya adalah ketika gelombang suara dari bumi tidak mampu merambah luar angkasa, dia ternyata bisa menangkap suara Adzan. Apakah ini suatu keanehan, atau merupakan suatu jalan dari Allah untuk menunjukkan sisi-sisi kebenaran kepada sang Astronout? Dikabarkan setelah peristiwa ini, Sunita Williams memeluk agama Islam.


Menjadi Polemik
Menengok kebelakang, pada tahun 1870, Neil Amstrong mendarat di bulan. Dikabarkan, saat mendarat di bulan, dia mendengar suara yang dia tidak mengerti suara apakah itu. Setelah 12 tahun kemudian, Neil diundang seminar di Universitas Kairo, Mesir.
Di saat dia menyampaikan makalahnya, saat adzan berkumandang menunjukkan waktu shalat, moderator menghentikan presentasinya untuk mendengarkan adzan. Dan Neil berseru, “Ini dia suara yang pertama kali aku dengar saat mendarat di bulan.” Setelah itu, Neil Amstrong menemui salah satu profesor di universitas itu. Dia ingin tahu banyak tentang Islam. Dan setelah itu, dia menjadi muallaf.
Pemberitaan masuk Islamnya Neil Armstrong dan Sunita William belakangan menjadi polemik di kalangan masyarakat. Seorang muallaf asal Australia Gene Netto dalam sebuah blog pribadinya mengatakan, “Teman-teman, saudara sesama muslim, saya mohon jangan di bahas tentang Neil Amrstrong ke bulan lalu mendengar Adzan. Karena dalam beberapa situs berbahasa Inggris (yang mereview dunia Islam), kita dianggap bodoh, mereka mengangap kebodohan dunia Islam karena tidak mau menerima kenyataan ‘American Kafir’ yang pertama menginjakan kakinya di bulan pertama kali, bukan orang muslim.”
Situs atau blog yang membahas Neil Armstrong menjadi muslim adalah situs-situs di Asia Tenggara (Maroko, Filipina, Indonesia, Malaysia). Barat menganggap, negara-negara disini memiliki pendidikan yang rendah. Pernah kejadian saat Neil Armstrong ke Malaysia dan ditanyakan hal itu. Ia heran, apakah hal seperti ini perlu dikonfirmasikan ke Neil Armstrong sendiri, karena Neil sendiri tidak pernah ke Makkah untuk melaksanakan ibadah Haji. Dan jika dijawab, ia tidak pernah mendengar adzan, maka si penanya muslim yang kecewa dan tidak percaya dianggap kebodohan. Neil memang pernah ke Mesir, tapi tidak untuk naik haji ke Makkah.
Dikatakan Gene Netto, umat muslim tidak perlu seorang Neil Armstrong untuk meyakinkan dirinya bahwa agama Islam yang dianutnya adalah benar. Jika anda menyakini agama benar, maka yakinilah bahwa hal itu benar. Muslim dianggap menggunakan nama besar Neil Armstrong untuk membenarkan agamanya.
“Masa kita dikatakan kurang meyakini agama kita sendiri sehingga perlu nama-nama besar dari dunia barat. Percayalah, nama Rasullullah sudah cukup besar buat kita dan dunia. Umat kita sendiri yang akhirnya menjadi bahan tertawaan, cukup sudah,” kata Gene yang telah memeluk Islam dan tinggal di Jakarta.
Dikatakan Gene Netto, Neil Armstrong merasa terganggu, bahkan ia menyatakan ia tidak masuk Islam dan ketika ia diundang sebagai pembicara dalam kegiatan Islam ia juga tidak mau (ia menolak secara halus karena tidak ingin menyinggung perasaan umat muslim), tetapi ia menyatakan tidak ingin berpartisipasi dalam kegiatan Islam. Dalam web Islam malah dikatakan Neil Armstrong tidak mau mengakui, karena ia telah dicuci otaknya di Assylum (RSJ).
Satu hal lagi yang menjadi bahan tertawaan dunia barat adalah pemberitaan Neil Armstrong menyusuri retakan di bulan yang cocok dengan cerita bahwa suatu saat nanti bulan akan terbelah dua, ditertawakan juga, karena diameter bulan itu sangatlah besar, mana mungkin ia punya waktu untuk menyusurinya. Mendengar adzan juga dikatakan ilmuwan Barat tidak mungkin karena tidak ada udara di bulan sana.
Dalam beberapa jurnal barat dikatakan, umat muslim memerlukan nama-nama besar atau cerita palsu untuk menambah keyakinannya diantaranya: Jaques Cousteau, Michael Jackson, Maurice Bucaille, King Offa of England
Terlepas benar atau tidaknya Sunita William atau Neil Armstrong masuk Islam sepulang dari bulan, kita berharap Allah Swt memberi hidayah kepadanya. Bagaimanapun para missionaris (Nasrani) tidak suka dengan pemberitaan ini. Padahal jika Allah menghendaki, ihwal terdengarnya suara azan di bulan, hal itu bukanlah mustahil. Bisa saja terjadi. Satu hal, media Barat tidak akan pernah memberitakan hal-hal yang dianggap bisa mengguncangkan iman umat Kristiani, bukan hanya di AS, tapi juga d dunia. Karena itu mereka meredamnya. Wallohu'alam.(Desastian)
FUI tuntut SBY - Boediono mundur
Written By Qassam Corporation on Minggu, 20 November 2011 | 21.17
Beberapa bulan terakhir ini kita seakan menyaksikan ‘reality show’ yang dilakukan oleh penguasa negeri ini. Reshuffle kabinet dianggap para pengamat sebagai dagelan politik SBY dan pengalihan isu terhadap kasus-kasus seperti korupsi M. Nazarudin yang melibatkan Partai Berkuasa, korupsi di Kemenakertrans, Wisma Atlet SEA Games dan masih banyak lagi kasus yang tidak terselesaikan.
Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda Rakyat, Buruh, Mahasiswa, Ulama dan Profesional sudah mulai turun ke jalan menuntut agar SBY – Boediono mundur dari jabatan karena dinilai tak mampu mengurusi rakyat. Mereka mendobrak pintu gerbang DPR saat hujan mulai turun dan maghrib menjelang. Ada juga yang mendatangi Istana Negara.
Di depan gerbang DPR massa Forum Umat Islam bergabung dengan ribuan pekerja yang menuntut hak-hak mereka yang tercantum dalam RUU BPJS untuk disahkan jadi UU.
Sekjen FUI, Muhammad Al Khaththath, membacakan tuntutan yang berisi seruan kepada pimpinan MPR agar :
- Segera melakukan sidanga istimewa untuk memberhentikan presiden dan wakil presiden beserta seluruh anggota kabinetnya.
- Menghentikan seluruh kegiatan korupsi dan memperkaya diri. Siap hidup sederhana dan mengembalikan seluruh harta hasil korupsi.
- Menghetikan sistem politik demokrasi liberal yang berbiaya tinggi dan menggantinya dengan menerapkan syariat Allah dalam segala bidang.
Kondisi Ambon masih mencekam, pengungsi Muslim masih bertahan
Written By Qassam Corporation on Senin, 19 September 2011 | 21.12
Ambon masih mencekam
Kalau saja kondisi di Ambon sudah aman dan kondusif pasca kerusuhan 11/9, sudah tentu para pengungsi Muslim, terutama dari wilayah yang ludes dibakar massa Kristen, yakni kampung Waringin, pulang kembali ke kampung asal mereka. Selain ketidak jelasan nasib mereka di kampung asalnya, kerena rumah mereka terbakar, para pengungsi Muslim ini juga khawatir dan masih merasa takut dengan kondisi keamanan di Ambon.
Koresponden Arrahmah.com di TKP mengabarkan hari ini, Senin (19/09/2011) bahwa sebenarnya kondisi di Ambon masih mencekam. Para pengungsi memilih untuk bertahan di masjid-masjid ketimbang kembali ke tempat asal mereka. Selain karena kampung mereka, salah satunya kampung Waringin, sudah ludes dibakar massa kristen, hingga saat ini kampung tersebut memang belum bias ditempati kembali.
Ratusan keluarga Muslim dari kampung Waringin hingga saat ini hidup di pengungsian dalam keadaan yang memprihatinkan. Mereka lebih memilih untuk tidur kedinginan tanpa selimut, sampai anak mereka ada yang terkena muntaber. Bahkan pagi tadi, Senin (19/09/2011) ada seorang ibu yang terpaksa meminta uang kepada seorang Ustadz karena sudah tidak memiliki uang sama sekali, dan tidak bisa mendapatkan makanan.
Para pengungsi tidur kedinginan di lantai masjid
Kondisi para pengungsi Muslim di Ambon juga sangat memprihatinkan. Koresponden Arrahmah.com mengabarkan dari TKP bahwa mereka terpaksa harus tidur di ruangan terbuka di lantai serambi masjid, tanpa selimut. Padahal, di Ambon saat ini sering turun hujan sehingga membuat suasana dingin menusuk tulang. Kondisi ini mengakibatkan balita dan anak-anak pengungsi mudah sakit.
Sementara itu, kaum Muslimin di kampung-kampung masih tetap waspada dan bersiaga mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi. Mereka tidak ingin kaum Muslimin kembali menjadi korban kedzoliman dan kebiadaban fihak Kristen tanpa ada perlawanan. Kaum Muslimin masih takut dan khawatir akan kerusuhan berikutnya, untuk itu mereka tetap bersiaga penuh.
Sayangnya, hingga saat ini kepedulian pemerintah terhadap kerusuhan Ambon masihlah sangat kurang. Belum ada tanda-tanda tindakan tegas dari aparat untuk mengusut tuntas para pelaku penusukan kepada tukuang ojek Muslim yang menjadi pemicu kerusuhan Ambon, 11/9. Selain itu, pemerintah juga tidak tanggap terhadap nasih para pengungsi, dan hal itu sangat disayangkan, sebagaimana disampaikan para relawan di TKP.
“Hal ini sangat disayangkan. Perhatian pemerintah terhadap pengungsi sangat kurang,” ujarnya.
Begitulah nasih kaum Muslimin Ambon yang menjadi kaum minoritas di tengah-tengah kaum mayoritas kristen. Padahal, negeri ini adalah negeri dengan mayoritas penduduk Islam terbesar di dunia. Ironis! Untuk itu, kaum Muslimin wajib membantu saudara Muslimnya di Ambon, dengan apapun yang mereka mampu, kerena mereka adalah bersaudara! Allahu Akbar!
Kondisi Ambon masih mencekam, pengungsi Muslim masih bertahan
Ambon masih mencekam
Kalau saja kondisi di Ambon sudah aman dan kondusif pasca kerusuhan 11/9, sudah tentu para pengungsi Muslim, terutama dari wilayah yang ludes dibakar massa Kristen, yakni kampung Waringin, pulang kembali ke kampung asal mereka. Selain ketidak jelasan nasib mereka di kampung asalnya, kerena rumah mereka terbakar, para pengungsi Muslim ini juga khawatir dan masih merasa takut dengan kondisi keamanan di Ambon.
Koresponden Arrahmah.com di TKP mengabarkan hari ini, Senin (19/09/2011) bahwa sebenarnya kondisi di Ambon masih mencekam. Para pengungsi memilih untuk bertahan di masjid-masjid ketimbang kembali ke tempat asal mereka. Selain karena kampung mereka, salah satunya kampung Waringin, sudah ludes dibakar massa kristen, hingga saat ini kampung tersebut memang belum bias ditempati kembali.
Ratusan keluarga Muslim dari kampung Waringin hingga saat ini hidup di pengungsian dalam keadaan yang memprihatinkan. Mereka lebih memilih untuk tidur kedinginan tanpa selimut, sampai anak mereka ada yang terkena muntaber. Bahkan pagi tadi, Senin (19/09/2011) ada seorang ibu yang terpaksa meminta uang kepada seorang Ustadz karena sudah tidak memiliki uang sama sekali, dan tidak bisa mendapatkan makanan.
Para pengungsi tidur kedinginan di lantai masjid
Kondisi para pengungsi Muslim di Ambon juga sangat memprihatinkan. Koresponden Arrahmah.com mengabarkan dari TKP bahwa mereka terpaksa harus tidur di ruangan terbuka di lantai serambi masjid, tanpa selimut. Padahal, di Ambon saat ini sering turun hujan sehingga membuat suasana dingin menusuk tulang. Kondisi ini mengakibatkan balita dan anak-anak pengungsi mudah sakit.
Sementara itu, kaum Muslimin di kampung-kampung masih tetap waspada dan bersiaga mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi. Mereka tidak ingin kaum Muslimin kembali menjadi korban kedzoliman dan kebiadaban fihak Kristen tanpa ada perlawanan. Kaum Muslimin masih takut dan khawatir akan kerusuhan berikutnya, untuk itu mereka tetap bersiaga penuh.
Sayangnya, hingga saat ini kepedulian pemerintah terhadap kerusuhan Ambon masihlah sangat kurang. Belum ada tanda-tanda tindakan tegas dari aparat untuk mengusut tuntas para pelaku penusukan kepada tukuang ojek Muslim yang menjadi pemicu kerusuhan Ambon, 11/9. Selain itu, pemerintah juga tidak tanggap terhadap nasih para pengungsi, dan hal itu sangat disayangkan, sebagaimana disampaikan para relawan di TKP.
“Hal ini sangat disayangkan. Perhatian pemerintah terhadap pengungsi sangat kurang,” ujarnya.
Begitulah nasih kaum Muslimin Ambon yang menjadi kaum minoritas di tengah-tengah kaum mayoritas kristen. Padahal, negeri ini adalah negeri dengan mayoritas penduduk Islam terbesar di dunia. Ironis! Untuk itu, kaum Muslimin wajib membantu saudara Muslimnya di Ambon, dengan apapun yang mereka mampu, kerena mereka adalah bersaudara! Allahu Akbar!
Polisi Mesir Tangkap Penghujat Islam di Facebook (Polri Harus Belajar ke Mesir!)
Written By Qassam Corporation on Senin, 22 Agustus 2011 | 15.46
KAIRO (Qassamteam.tk) – Polisi Kairo, Mesir, menangkap seorang pria yang diduga menghina Islam dalam postingnya di Facebook. Identitas pria bernama Ayman YM terungkap setelah polisi melacak alamat internetnya.
Kantor MENA Sabtu lalu melaporkan, di jejaring sosial Facebook, pria berusia 23 tahun tersebut memposting komentar berbagai yang menghina Al-Qur'an, Nabi Muhammad, Islam, dan umat Muslim.
Namun tidak disebutkan apa materi penodaan Islam dia tulis dalam posting-nya di laman jejaring sosial populer itu.
Pemuda tersebut menghadapi penuntutan, yang mungkin akan dijerat dengan pasal “penghinaan agama”, demikian dikutip dari AFP.
Di Indonesia yang mayoritas Muslim, penghujatan Islam di jejaring sosial maupun blog jauh lebih marak, tapi tak pelakunya tak pernah tertangkap.

Kasus penghujatan Islam yang masih hangat adalah blog Santo Bellarminus Bekasi yang menghebohkan nusantara beberapa bulan lalu, hingga saat ini tak tersentuh hukum. Belum lama ini, bahkan dengna leluasanya penginjil Kristen Batak bernama Rudy Yohanes Hutagalung melecehkan Islam habis-habisan. Sampai saat ini para provokator perusuh hubungan antarumat beragama itu tak satupun yang terendus.
Haruskah Polri harus berguru kepada polisi Mesir, agar Indonesia tidak menjadi surganya provokator salibis penghujat Islam? [voa-islam.com]
168 Anak-anak Pakistan Tewas oleh Serangan Pesawat Tak Berawak AS
Written By Qassam Corporation on Sabtu, 13 Agustus 2011 | 12.08
LONDON, INGGRIS (voa-islam. Qassam team) - Sebuah laporan terbaru menunjukkan serangan pesawat tempur tanpa awak AS telah membunuh hingga 168 anak-anak di Pakistan selama tujuh tahun terakhir.
Penelitian oleh Biro Jurnalisme Investigasi yang berbasis di London tersebut telah menemukan bahwa serangan udara CIA pada sabuk suku Pakistan telah menyebabkan kematian jauh lebih dari yang telah disebutkan sebelumnya.
Laporan itu mengatakan hanya empat persen dari hampir 2.900 orang yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak adalah pejuang Islam.
Biro itu melaporkan CIA telah melakukan 291 serangan pesawat tak berawak di Pakistan sejak 2004 - angka tersebut delapan persen lebih tinggi daripada penelitian sebelumnya.
Lebih dari 80 persen dari semua serangan itu telah dilakukan di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama, atau satu serangan setiap empat hari.
Washington mengklaim serangan udara tersebut menargetkan pejuang Islam yang melintasi perbatasan Pakistan ke Afghanistan untuk membantu perjuangan Taliban melawan pasukan asing pimpinan AS.
Namun, penduduk setempat mengatakan warga sipil adalah korban utama dari serangan non-sanksi PBB tersebut.
..serangan ilegal itu telah mengambil nyawa 10 warga sipil untuk setiap pejuang Islam yang gugur..Sebuah laporan terbaru oleh Brookings Institution mengatakan serangan ilegal itu telah mengambil nyawa 10 warga sipil untuk setiap pejuang Islam yang gugur.
Islamabad telah berulang kali mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan, menegaskan bahwa serangan itu telah terbukti kontraproduktif dalam pimpinan perang melawan pejuang Islam.
PBB mengatakan serangan pesawat tak berawak yang dioperasikan AS di Pakistan menimbulkan tantangan yang berkembang pada aturan hukum internasional.
Philip Alston, utusan khusus PBB tentang pembunuhan di luar hukum, mengatakan dalam sebuah laporan pada akhir Oktober 2010 bahwa serangan itu merusak aturan yang dirancang untuk melindungi hak hidup.
Alston juga mengatakan ia takut bahwa pembunuhan pesawat tak berawak oleh Badan Intelijen Pusat AS bisa mengembangkan mental "playstation". (
Langganan:
Postingan (Atom)




