"Pernyataan itu sungguh menyakitkan hati rakyat Indonesia," kata Koordinator Investigasi dan Advokasi Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi di Jakarta (Kamis, 24/11).
Uchok balik mempertanyakan siapa yang bayar gaji prajurit TNI dan Polri yang jumlahnya ribuan orang untuk pengamanan, termasuk listrik dan biaya mempercantik Istana Cipanas dalam perhelatan tersebut.
"Semua itu siapa yang bayar. Saya yakin itu semua menggunakan anggaran negara yang dibiayai oleh rakyat dari pajak," tegasnya.
Dia sangat menyayangkan mengapa pihak kepresidenan mengeluarkan pernyataan yang bernada sombong dan meniadakan peran rakyat atas apa yang dinikmatinya sebagai presiden. Menurut dia, berbagai fasilitas yang diterima presiden adalah hal yang wajar dan menjadi haknya, namun presiden juga jangan lupa bahwa semua fasilitas itu yang membiayai adalah negara atau rakyat.
"Memang siapa yang membiayai kebutuhan dia sebagai presiden, termasuk penggunaan Istana Cipanas? Kalau SBY menyangkal itu tentunya sangat melecehkan rakyat Indonesia," kata Uchok balik bertanya.
Untuk itu dia berharap agar SBY meralat pernyataannya itu dan meminta maaf pada rakyat Indonesia sambil menjelaskan darimana dia dapat uang untuk menggelar pesta akbar itu. "Apa dia mau mengatakan bahwa dia lebih kaya dari rakyat sehingga tidak perlu dibiayai negara?," tanya Ucok lagi.

0 komentar:
Posting Komentar